RYAN AGUS, Radar Solo, Solo
TUJUH buah slide foto muncul di fitur WhatsApp Jawa Pos Radar Solo begitu pembicaraan dengan Mayor Haristanto usai. Foto-foto tersebut cukup jelas. Terlihat si empunya foto mengambil angle yang cukup menarik. Namun, bukan angle fotonya yang memaksa Jawa Pos Radar Solo membelalakkan mata. Tapi tokoh-tokoh yang ada dalam foto itulah yang supermenarik.
Ada sosok figur Presiden RI Joko Widodo muda dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam deretan slide foto tersebut. Keduanya bersama budayawan terkenal Jaya Suprana, tengah berada dalam sebuah ruangan. Tepatnya dalam sebuah seminar bisnis. Menariknya, figur mereka dibalut dalam nuansa jadul alias di era 1990-an.
“Itu memang foto lama. Itu adalah foto seminar ekonomi yang digelar Agustus 1998. Tepat tiga bulan setelah tragedi kerusuhan Mei 1998 yang melanda Kota Solo. Mungkin ini seminar ekonomi pertama yang digelar di Solo pascakerusuhan,” ujar Mayor Haristanto, si empunya foto kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/7).
Mayor sendiri tak sengaja menemukan foto-foto tersebut. Karena selama Covid-19, dia lebih banyak di rumah. “Mungkin ini hikmah bagi saya. Karena banyak di rumah itu saya kepikiran untuk bersih-bersih gudang. Ternyata saat bersih-bersih malah menemukan foto ini,” terang dia.
Dengan perasaan campur aduk, antara senang, kaget dan terkesima, pendiri kelompok supporter Pasoepati ini sontak menghubungi sang kakak Bambang Haryanto. Bukan tanpa alasan Mayor mengontak kakaknya. “Saat itu, saya bersama Mas Bambang merupakan penyelenggara seminar itu. Kami event organizer-nya. Kakak saya pun kaget begitu saya kirimi foto itu. Setelah itu, foto saya upload di laman Facebook saya. Akhirnya menjadi viral,” ujar Mayor sembari terkekeh.
Di seminar itu, Jaya Suprana sebagai moderator sempat meramalkan Sri Mulyani akan menjadi Presiden RI pada 2011. Namun ternyata bukan Sri Mulyani yang menjadi orang nomor satu di Indonesia, melainkan Jokowi yang saat itu menjadi panitia acara. Sementara Sri Mulyani masih menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Mayor menggelar seminar tersebut karena waktu itu Solo sedang krisis ekonomi usai kerusuham. Dia lalu berpikir mencari solusi bagaimana agar perekonomian Kota Solo kembali normal. Mayor lalu berdiskusi dengan pengusaha furnitur yang tergabung dalam Paguyuban Perajin Kayu (PPK) Bimo Internasional yang saat itu diketuai Jokowi. Akhirnya tercetus ide untuk menggelar seminar.
“Semua biaya seminar, termasuk honor dan transportasi pembicara ditanggung oleh Pak Jokowi,” kenang Mayor.
Acara ini pun sukses digelar di Solo pada 14 Agustus 1998. Di dalam foto jadul itu terlihat Jokowi sedang memberikan sambutan di hadapan peserta seminar, termasuk Sri Mulyani dan Jaya Suprana.
“Mungkin itu menjadi momen pertama Jokowi mengenal Sri Mulyani Indrawati. Saya dan kakak saya (Bambang Haryanto) merasa sedikit berbangga karena mampu mempertemukan keduanya,” ungkapnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra