Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Media WhatsApp Pemecah Masalah Pembelajaran Jarak Jauh

Syahaamah Fikria • Senin, 4 Oktober 2021 | 17:48 WIB
Dra Dwi Prasetyowati, Guru Mapel Matematika SMAN 2 Cepu, Blora.
Dra Dwi Prasetyowati, Guru Mapel Matematika SMAN 2 Cepu, Blora.
Oleh: Dra Dwi Prasetyowati, Guru Mapel Matematika SMAN 2 Cepu, Blora

MASA pandemi Covid-19 membawa dampak dunia pendidikan, terutama pembelajaran jarak jauh. Banyak yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ini. Problem bagi pengajar dan  anak didik  membutuhkan pemikiran dan solusi yang tepat.

Banyak keluhan peserta didik, mulai dari kurang jelasnya materi, kurang yakin pekerjaannya dengan tugas yang diberikan, kurang riil untuk gambar yang tidak disertai suara dari pengajar, dan terbatasnya sinyal kuota internet.

Dengan adanya relaksasi kurikulum dan pembelajaran pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 untuk poin 2c menyatakan, "aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah", berbagai model pembelajaran telah digunakan. Namun, perlu solusi tepat untuk peserta didik secara merata.

Pendidik berperan penting dalam penyampaian kepada anak didik, baik tugas, materi atau ulangan harian. Aplikasi yang  bersifat komunikatif yang penulis gunakan adalah WhatsApp. WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang bermanfaat bagi pengajar dan peserta didik dalam pembelajaran daring.

Syarat utama adalah baik guru maupun peserta didik, keduanya harus memiliki smartphone dan akun WhatsApp agar dapat saling berkolaborasi. WhatsApp memudahkan penggunanya untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi serta berdiskusi secara online dan tidak terlalu menghabiskan biaya terlalu banyak dalam pemakaiannya.

WhatsApp bisa mengirimkan pesan suara, dengan langkah-langkah buka jendela chat, tap, dan tahan ikon mikrofon  lalu mulai berbicara. Setelah selesai, angkat jari dari mikrofon. Pesan suara akan terkirim secara otomatis.

Sebelum foto dan video dikirimkan, kita bisa melakukan sedikit polesan agar foto dan video yang dikirimkan terlihat lebih menarik. Ambil foto/video baru, atau unggah dari galeri. Swipe ke atas untuk melihat tool-tool editing, kemudian pilih apa yang ingin ditambahkan ke foto atau video. Untuk menambahkan emoji, tap ikon smiley di sebelah kanan atas dan pilih satu emoji yang diinginkan.

Penulis memanfaatkan WhatsApp sebagai media pembelajaran karena peserta didik memerlukan penjelasan materi tugas yang diberikan. Setiap tugas dikerjakan dengan mengirim ke aplikasi yang sudah ditentukan, tanpa ada timbal balik untuk kebenarannya. Namun, dengan menggunakan WhatsApp terbuka ruang diskusi untuk pemecahan masalah.

Pengajar dan peserta didik bisa menggunakan mikrofon pesan suara secara bergantian. Apabila membutuhkan penjelasan dan untuk membantu kelancaran, bisa mengirim video pengerjaan soal yang hanya memperlihatkan kertas dan alat tulis yang disertai penjelasan suara dari pengajar.

Apabila peserta didik masih mengalami kesulitan, maka bisa dengan gambar foto yang di-screenshot dan diberi tanda yang warnanya sesuai yang diminta dapat memperjelas gambar.

Dari kelas XII IPA 3 jumlah peserta didik 36 anak, mapel matematika ada materi wajib dimensi tiga tentang benda ruang. Materi ini membutuhkan gambar dan penjelasan dalam pembelajaran. Maka pengajar  memberikan gambar atau video lewat WhatsApp. Dalam ruang diskusi ada enam peserta didik membutuhkan pelayanan penjelasan secara khusus sesuai dengan kemampuan.

Dengan WhatsApp diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan peserta didik, baik masalah cara belajar ataupun kesadaran kewajiban peserta didik untuk selalu mengerjakan tugas. Karena ini sangat perlu dalam pembentukan karakter peserta didik. Sehingga anak-anak semakin menyadari bahwa dengan mengerjakan tugas atau mempelajari suatu materi, secara tidak langsung tertanamkan sifat kemandirian dan tanggung jawab pada peserta didik. Kita bisa mengambil hikmah pembelajaran daring, dengan harapan anak menjadi lebih terbuka dan aktif dalam setiap pembelajaran. (*)

 

  Editor : Syahaamah Fikria
#sman 2 cepu #whatsapp #Pembelajaran Jarak Jauh #guru matematika #literasi guru