Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Model Pembelajaran Role Playing Terbukti Meningkatkan Fokus, Pemahaman, dan Hasil Belajar Siswa

fery ardi susanto • Selasa, 27 Januari 2026 | 07:05 WIB

 

Sunaryo, S.Pd., Guru Ekonomi MAN 2 Pati, Jawa Tengah
Sunaryo, S.Pd., Guru Ekonomi MAN 2 Pati, Jawa Tengah

Oleh: Sunaryo, S.Pd., Guru Ekonomi MAN 2 Pati, Jawa Tengah

PENDIDIKAN merupakan upaya yang disengaja dan direncanakan, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan murid agar aktif mengembangkan potensinya. Tujuannya adalah agar murid memiliki kekuatan dalam hal spiritual, kontrol diri, kepribadian yang baik, kecerdasan, moralitas yang tinggi, dan keterampilan yang berguna bagi diri mereka sendiri serta masyarakat.

Namun, di zaman modern seperti saat ini, terjadi peningkatan kasus di mana anak-anak lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain ponsel, sehingga mengabaikan waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk belajar (Megayanti, 2016).

Secara umum, belajar dapat dipahami sebagai suatu tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap (permanen) sebagai hasil pengalaman (Djamaluddin & Wardana, 2019). Pada kenyataanya, murid susah memahami pembelajaran yang diberikan oleh pendidik.

Banyak murid tidak menyukai model pembelajaran yang di sampaikan pendidik, karena dianggap terlalu monoton. Ini membuat murid cepat bosan dan malas, sehingga tidak fokus dalam pembelajaran.

Hal ini pula yang terjadi pada murid kelas XII-1 MAN 2 Pati tahun ajaran 2025/2026. Berdasarkan hasil observasi, hasil belajar ekonomi murid kelas XII-1 MAN 2 Pati masih rendah. Rata-rata kelas hanya 67, dan ketuntasan klasikal baru 41,7 persen atau 15 dari 36 murid.

Melihat hasil observasi tersebut, guru perlu mengubah model pembelajaran yang digunakan. Karena untuk mendapatkan proses pembelajaran yang efektif, dibutuhkan model pembelajaran kreatif. Serta mampu meningkatkan semangat dan fokus murid dalam memerhatikan pelajaran yang sedang berlangsung.

Model pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran (Asyafah, 2019). Penggunaan model pembelajaran yang tepat dan efektif, merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan perilaku belajar (Jas, J. Achmad, S., S, & Alvi, R., 2020).

Pada mata pelajaran (mapel) ekonomi, model yang dapat digunakan adalah role playing. Model pembelajaran role playing merupakan pembelajaran sosial, yaitu suatu model pembelajaran dengan menugaskan murid untuk memerankan suatu tokoh yang ada dalam materi, atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk cerita sederhana (Taringan, 2016).

Proses pembelajaran ini mendorong murid untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.  Berikut kelebihan dan dampak role playing.

Pertama, meningkatkan motivasi. Kelas menjadi dinamis, antusiasme meningkat, dan tidak membosankan. Kedua, pembelajaran berkesan. Murid lebih mudah mengingat materi karena mendapat pengalaman langsung.

Ketiga, mengembangkan keterampilan sosial. Ini melatih kerja sama, tanggung jawab, dan empati terhadap perasaan orang lain. Keempat, kreativitas dan berpikir kritis. Murid terlatih untuk inisiatif mengambil keputusan secara spontan.

Langkah-langkah metode pembelajaran role playing dalam materi sumber-sumber penerimaan negara, jenis-jenis belanja negara, dan mekanisme penyusunan APBN pada mapel ekonomi kelas XI-1 semester genap, adalah sebagai berikut.

Pertama. Persiapan atau pemanasan. Guru menyiapkan skenario mekanisme penyusunan APBN. Kedua, pemilihan peran. Guru menunjuk beberapa murid untuk berperan sebagai pemerintah dan anggota DPR.

Ketiga, menata panggung. Murid mendekorasi kelas untuk pelaksanaan role playing. Keempat, pelaksanaan. Murid yang tidak bermain peran, menjadi pengamat dan membuat skema penyusunan APBN berdasarkan role playing yang ditampilkan.

Kelima, diskusi dan evaluasi. Guru dan murid berdiskusi terkait materi dan evaluasi pembelajaran. Keenam, re-play (opsional). Berupa kegiatan mengulangi permainan peran dengan perbaikan atau pemeran berbeda.

Dengan model pembelajaran role playing, guru berhaisl meningkatkan fokus dan pemahaman murid dalam kegiatan pembelajaran. Karena dengan penerapan role playing, tercipta proses pembelajaran efektif dan mampu mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan 88,9 persen murid lebih fokus dan memahami materi pembelajaran. Meningkatnya dokus dan pemahaman murid, berimbas pada hasil belajar.

Sebelum dilakukan tindakan, nilai rata-rata yang diperoleh 67. Setelah menerapkan role playing, meningkat menjadi 88,75. Sedangkan ketuntasan klasikal mencapai 91,7 persen atau 32 dari 36 murid tuntas belajar. (*)

 

 

Editor : fery ardi susanto
#Mapel Ekonomi #model pembelajaran role playing #literasi guru #opini guru #metode pembelajaran role playing