RADARSOLO.COM - Pembelian mobil bekas taksi memang selalu ramai, mengapa demikian? Ya, mobil eks moda transportasi ini memang dikenal murah.
Bahkan, belakangan viral di media sosial terkait masyarakat yang jadi korban penipuan oknum pedagang mobil bekas taksi.
Bahkan korbannya dikatakan mencapai ratusan orang dengan total kerugian mencapai miliaran. Alasan tentu saja, karena soal harga yang dianggap miring atau murah.
Mobil bekas taksi yang ditawarkan dengan harga miring jelas menggoda hati. Apalagi pada momen menjelang Lebaran Idul Fitri saat ini, dimana banyak orang yang sedang cari-cari mobil second.
Melihat latar belakangnya sebagai armada transportasi umum, ada banyak alasan agar mobil bekas taksi tidak dipilih untuk dibeli. Berikut ulasannya.
1. Taksi Image "Mobil Capek"
Yang pertama, mengutip dari Auksi, mobil bekas taksi memang sering kali disebut sebagai "mobil capek" karena telah dipergunakan untuk menempuh jarak yang jauh.
Biasanya, mobil bekas dengan kilometer tinggi akan memiliki beberapa masalah seperti performa mesin yang sudah menurun, banyak komponen mobil sudah mengalami kerusakan, dan lain-lain.
Oleh karena itu, saat membeli mobil bekas taksi maka pastikan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh agar Anda dapat mengetahui kondisi mobil yang sebenarnya.
Anda juga bisa mengajak seorang mekanik untuk membantu melakukan inspeksi kendaraan dengan baik.
2. Mobil Eks Taksi Rentan Kilometer Meledak
Alasan kedua, mobil bekas taksi dikenal sebagai mobil yang digunakan sebagai transportasi umum yang digunakan hampir setiap hari.
Mobil ini beristirahay hanya pada saat melakukan perawatan atau ada kerusakan yang mesti diperbaiki.
Karena kebutuhan yang tinggi, sangat memungkinkan angka yang tertera pada kilometer bekas taksi biasanya "meledak". Alias sudah sangat tinggi.
Bayangkan, kalau sehari menempuh rute ratusan kilometer, tinggal dikali saja kebiasaan perusahaan taksi yang melakukan peremajaan unit minimal lima tahun sekali.
3. Kondisi yang Seadanya
Alasan ketiga, mengutip Dokter Mobil, mobil bekas taksi seringkali memiliki kondisi yang seadanya. Syukur kalau bagus, kalau dapat jelek?
Misalnya estetika eksterior yang buruk, karena seringkali terkena benturan dan goresan yang diakibatkan oleh penggunaan yang intensif.
Hal ini mungkin membuat mobil terlihat kurang menarik dibandingkan mobil bekas lainnya.
Kemudian, penggunaan yang intensif juga berpotensi membuat interior mobil bekas taksi menjadi rusak dan tidak nyaman, seperti kursi yang sobek atau mengeluarkan bau tidak sedap.
Hal ini mungkin perlu diperbaiki atau diganti, sehingga akan mengakibatkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan.
4. Risiko Tinggi
Alasan kelima, tidak semua pengemudi taksi merawat mobil mereka dengan baik. Beberapa pengemudi taksi mungkin meremehkan perawatan berkala pada mobil mereka atau bahkan memalsukan catatan perawatan yang dilakukan pada mobil tersebut.
Hal ini dapat berpotensi membawa risiko bagi pembeli yang tidak cermat.
Selain itu, mobil bekas taksi mungkin telah mengalami beberapa kecelakaan selama digunakan sebagai taksi, dan mungkin tidak pernah diperbaiki dengan benar.
Hal ini jelas membuat mobil tersebut berpotensi membawa risiko keselamatan bagi pengguna selanjutnya.
5. Proses Balik Nama dan Perpajakan Repot
Kemudian alasan kelima, apabila Anda membeli mobil bekas taksi dan tidak melakukan balik nama ke nama pribadi, maka proses perpanjangan pajak atas nama PT atau perusahaan tertentu cenderung lebih rumit.
Pasalnya Anda juga harus mempersiapkan beberapa dokumen tambahan untuk mengurus perpajakan mobil tersebut.
Beberapa di antaranya seperti NPWP perusahaan, SIUP perusahaan dan TDP perusahaan (untuk kendaraan atas nama perusahaan), dan lain-lain.
Oleh sebab itu, jika Anda dinyatakan menang lelang dan mendapatkan mobil bekas taksi, maka sebaiknya Anda segera melakukan balik nama agar pembayaran pajak kendaraan bisa dilakukan dengan lebih mudah. (dam)
Editor : Damianus Bram