Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ini Alasan Kijang Innova Reborn Masih “Menyala” Penjualannya, Meski Lahir Generasi Innova Zenix

Syahaamah Fikria • Selasa, 27 Januari 2026 | 16:52 WIB
Kijang Innova Reborn.
Kijang Innova Reborn.

RADARSOLO.COM - Usianya boleh menyentuh satu dekade, namun pesona Toyota Kijang Innova Reborn belum juga meredup.

Mobil keluarga yang pertama kali meluncur pada 2015 ini justru masih menjadi andalan penjualan Toyota di Indonesia.

Bahkan mampu bersaing ketat dengan model generasi terbaru, Kijang Innova Zenix.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang 2025 menunjukkan fakta menarik.

Kijang Innova Reborn mencatatkan distribusi sebanyak 30.578 unit.

Angka ini hanya terpaut 78 unit dari Innova Zenix yang membukukan 30.656 unit.

Selisih tipis ini memunculkan pertanyaan besar, mengapa model lama masih begitu diminati?

Pasar Berbeda, Kebutuhan Berbeda

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengungkapkan, salah satu kunci bertahannya Innova Reborn terletak pada segmentasi pasar yang berbeda dengan Zenix.

Menurut Henry, Innova Zenix lebih banyak digunakan di wilayah Pulau Jawa yang didominasi jalan perkotaan dengan kondisi aspal relatif mulus.

Sementara itu, Innova Reborn justru menjadi pilihan utama masyarakat di luar Jawa.

“Kalau Reborn itu banyak dipakai di daerah-daerah luar Jawa. Zenix memang dominan di Jawa, meski ada juga pemakai di luar Jawa,” ujar Henry.

Mesin Diesel Jadi Daya Tarik Utama

Alasan lain yang membuat Innova Reborn tetap dicari adalah opsi mesin diesel.

Bagi banyak konsumen Indonesia, mesin diesel identik dengan torsi besar, efisiensi bahan bakar, serta daya tahan untuk penggunaan jangka panjang.

“Banyak yang memang suka diesel karena torsinya lebih tinggi,” jelas Henry.

Karakter mesin diesel ini sangat cocok untuk kebutuhan masyarakat di daerah, mulai dari perjalanan jarak jauh, medan menanjak, hingga membawa muatan berat.

Ladder Frame dan RWD Masih Dibutuhkan

Tak hanya mesin, konstruksi Innova Reborn juga menjadi faktor penentu.

Berbeda dengan Innova Zenix yang mengusung sasis monokok dan penggerak roda depan (FWD), Innova Reborn masih mempertahankan ladder frame dan penggerak roda belakang (RWD).

Menurut Henry, konfigurasi ini masih sangat relevan bagi sebagian besar konsumen.

“Dia masih ladder frame dan penggerak roda belakang. Itu dibutuhkan untuk tanjakan, membawa beban berat, dan berbagai kebutuhan di daerah,” katanya.

Kombinasi tersebut membuat banyak konsumen merasa Innova Reborn lebih sesuai dengan kondisi jalan dan aktivitas mereka sehari-hari.

Innova Jadi Mobil Terlaris 2025

Secara total, nama besar Kijang Innova masih tak tergoyahkan di pasar otomotif nasional.

Data Gaikindo mencatat, sepanjang Januari–Desember 2025, total distribusi Kijang Innova—baik Reborn maupun Zenix—mencapai 61.164 unit, menjadikannya mobil terlaris di Indonesia.

Jika dirata-rata, Toyota mendistribusikan sekitar 167 unit Kijang Innova per hari selama 2025.

Reputasi Panjang Tak Lekang Waktu

Bukan tanpa alasan Kijang Innova mampu bertahan selama lebih dari satu dekade.

Kombinasi reputasi kuat, keandalan mesin, konstruksi tangguh, serta kemampuan menyesuaikan kebutuhan masyarakat membuat Innova Reborn tetap “menyala” di tengah gempuran model baru.

Di pasar otomotif Indonesia, Innova bukan sekadar kendaraan, melainkan sudah menjadi standar kenyamanan dan ketangguhan mobil keluarga. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#toyota #Innova Reborn #gaikindo #mobil diesel #Innova Zenix #penjualan mobil #kijang