Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid, Duel MPV Hybrid Favorit dengan Karakter Berbeda

Nur Pramudito • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20 WIB
ILUSTRASI BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid, Duel MPV Hybrid Favorit dengan Karakter Berbeda (GEMINI AI)
ILUSTRASI BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid, Duel MPV Hybrid Favorit dengan Karakter Berbeda (GEMINI AI)

RADARSOLO.COM - Persaingan mobil keluarga elektrifikasi di Indonesia kini semakin menarik dengan hadirnya BYD M6 DM.

Model plug-in hybrid terbaru dari BYD tersebut langsung menantang Toyota Veloz Hybrid yang lebih dahulu meramaikan pasar MPV hybrid Tanah Air.

Dalam duel BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid, keduanya sama-sama menawarkan efisiensi bahan bakar dan teknologi elektrifikasi modern.

Meski begitu, pendekatan yang digunakan ternyata sangat berbeda.

BYD M6 DM mengusung karakter plug-in hybrid atau PHEV yang lebih mengutamakan sensasi berkendara layaknya mobil listrik.

Sementara Toyota Veloz Hybrid hadir sebagai full hybrid yang lebih praktis dipakai harian tanpa perlu repot mengisi daya baterai secara eksternal.

Dimensi BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid

Jika melihat ukuran bodi, BYD M6 DM tampil lebih bongsor dibanding Toyota Veloz Hybrid.

MPV asal Tiongkok itu memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, serta wheelbase sekitar 2.800 mm.

Di sisi lain, Toyota Veloz Hybrid memiliki panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, tinggi 1.700 mm, dan wheelbase 2.750 mm.

Mobil ini juga menawarkan ground clearance mencapai 205 mm yang cukup ideal untuk kondisi jalan di Indonesia.

Berkat dimensi lebih besar, BYD M6 DM diprediksi menawarkan kabin yang lebih lega, terutama untuk penumpang di baris kedua dan ketiga.

Namun Toyota Veloz Hybrid tetap unggul dari sisi kepraktisan dan kenyamanan saat melintasi berbagai kondisi jalan berkat ground clearance yang lebih tinggi.

Teknologi Hybrid yang Berbeda

Perbedaan utama dalam perbandingan BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid terletak pada teknologi elektrifikasi yang digunakan.

BYD M6 DM memakai sistem Dual Mode (DM) plug-in hybrid dengan pendekatan electric-first.

Dalam banyak situasi, motor listrik menjadi sumber penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja sebagai generator sekaligus membantu tenaga saat dibutuhkan.

Karakter tersebut membuat pengalaman berkendara BYD M6 DM terasa lebih dekat dengan mobil listrik murni, terutama ketika kapasitas baterai masih penuh.

Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid mengandalkan teknologi Toyota Hybrid System (THS) dengan mesin 1.5 liter Atkinson Cycle yang dipadukan transmisi e-CVT.

Berbeda dengan PHEV, sistem full hybrid pada Veloz bekerja otomatis tanpa perlu pengisian baterai dari luar.

Pengguna cukup mengisi bensin seperti mobil konvensional, sedangkan sistem hybrid akan mengatur distribusi tenaga secara otomatis demi efisiensi bahan bakar.

Adu Efisiensi BBM dan Jarak Tempuh

Dalam klaim pabrikan, BYD M6 DM disebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga sekitar 65 km/liter pada kondisi ideal.

Bahkan jarak tempuh gabungannya diklaim bisa menembus lebih dari 1.600 km saat baterai dan tangki bensin terisi penuh.

Tidak hanya itu, mobil ini juga diklaim dapat berjalan hingga 105 km menggunakan mode listrik murni sebelum mesin bensin mulai bekerja.

Sedangkan Toyota Veloz Hybrid memiliki klaim konsumsi BBM sekitar 28,9 km/liter untuk penggunaan kombinasi.

Dalam pengujian di lapangan, efisiensinya dapat berubah tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan jumlah penumpang. Konsumsinya disebut berada di kisaran 24 km/liter hingga 35,5 km/liter.

Meski angka konsumsi BBM BYD M6 DM terlihat jauh lebih impresif, sistem PHEV tetap sangat bergantung pada kebiasaan pengisian daya baterai.

Jika baterai rutin diisi, konsumsi bahan bakar bisa sangat hemat. Namun saat daya baterai habis, konsumsi BBM umumnya akan mendekati mobil hybrid biasa.

Sama-Sama Belum Dapat Insentif EV

Menariknya, duel BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid juga memperlihatkan bahwa kedua model belum menikmati berbagai insentif kendaraan listrik murni.

Karena berstatus PHEV, BYD M6 DM diperkirakan tetap terkena aturan ganjil genap di Jakarta dan belum mendapatkan fasilitas bebas pajak kendaraan bermotor seperti mobil listrik murni.

Hal serupa juga berlaku untuk Toyota Veloz Hybrid yang masih masuk kategori kendaraan elektrifikasi transisi.

Kondisi tersebut berbeda dengan model BEV BYD seperti BYD Dolphin, BYD Atto 3, atau BYD Seal yang sudah memperoleh sejumlah keuntungan kendaraan listrik di beberapa daerah.

Harga BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid

Untuk saat ini, harga Toyota Veloz Hybrid berada di kisaran Rp303 juta hingga Rp389 juta OTR Jabodetabek tergantung tipe dan pilihan warna.

Sementara BYD masih belum mengumumkan harga resmi M6 DM untuk pasar Indonesia.

Meski begitu, pihak BYD memastikan model tersebut akan dipasarkan dengan harga kompetitif agar mampu bersaing di segmen MPV elektrifikasi.

Kehadiran BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid menunjukkan pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia semakin berkembang dan menawarkan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

BYD M6 DM cocok bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman berkendara ala mobil listrik dengan fleksibilitas mesin bensin.

Sedangkan Toyota Veloz Hybrid lebih sesuai untuk konsumen yang mengutamakan kepraktisan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan sehari-hari khas MPV keluarga.(np)

Editor : Nur Pramudito
#BYD M6 DM #Toyota Veloz Hybrid #mpv #komparasi #hybrid