RADARSOLO.COM - Nama Suzuki Thunder kembali ramai diperbincangkan di dunia otomotif Indonesia.
Motor sport yang sudah lama berhenti diproduksi itu mendadak menjadi perhatian setelah sejumlah SPBU menerapkan pembatasan pengisian bahan bakar untuk kendaraan tersebut.
Bukan karena performanya, melainkan karena satu keunggulan yang sejak awal menjadi daya tarik utama Suzuki Thunder, yakni kapasitas tangki bahan bakarnya yang jauh lebih besar dibandingkan motor kebanyakan.
Suzuki Thunder dikenal sebagai salah satu motor sport legendaris yang pernah menghiasi jalanan Indonesia.
Meski produksinya telah dihentikan lebih dari satu dekade lalu, keberadaan motor ini masih mudah ditemui hingga sekarang.
Di tengah persoalan distribusi BBM dan meningkatnya permintaan bahan bakar bersubsidi, beberapa SPBU menyoroti penggunaan Suzuki Thunder karena dianggap berpotensi dimanfaatkan untuk membeli BBM dalam jumlah besar.
Namun, di balik kontroversi tersebut, ada cerita panjang mengenai kiprah Suzuki Thunder di Indonesia.
Motor ini bukan hanya dikenal karena tangkinya yang besar, tetapi juga karena ketangguhan mesin dan kenyamanan berkendara yang membuatnya bertahan hingga saat ini.
Suzuki Thunder Hadir Membidik Pasar Motor Sport Indonesia
Kiprah Suzuki Thunder di Indonesia dimulai pada akhir 1990-an. PT Indomobil Suzuki International yang kemudian berubah menjadi PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), menghadirkan Thunder 250 pada 1999.
Motor tersebut hadir sebagai upaya Suzuki untuk bersaing di kelas sport 250 cc yang saat itu dikuasai beberapa model seperti Honda Tiger, Yamaha Scorpio, dan Kawasaki Eliminator.
Suzuki Thunder 250 sebenarnya merupakan versi lokal dari Suzuki GSX250 yang dipasarkan secara global. Motor ini membawa mesin berkapasitas besar dan desain khas motor sport era tersebut.
Sayangnya, waktu peluncurannya kurang menguntungkan.
Saat itu Indonesia baru mulai bangkit dari krisis ekonomi sehingga daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Harga motor sport 250 cc yang relatif mahal membuat penjualan Thunder 250 tidak terlalu menggembirakan.
Meski demikian, Suzuki tidak berhenti. Lima tahun kemudian, Suzuki menghadirkan Thunder 125 pada 2004 dengan konsep berbeda.
Suzuki Thunder 125 menyasar segmen motor sport ekonomis yang saat itu belum banyak memiliki pilihan.
Strategi tersebut terbukti lebih berhasil karena Thunder 125 justru menjadi varian yang lebih dikenal masyarakat Indonesia.
Tangki Besar Jadi Identitas Suzuki Thunder
Salah satu ciri khas Suzuki Thunder adalah ukuran tangki bahan bakarnya yang besar. Motor ini dibekali tangki dengan kapasitas mencapai 15 liter.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan banyak motor harian yang umumnya memiliki kapasitas sekitar 4 hingga 7 liter.
Suzuki sejak awal memang merancang Thunder sebagai motor yang nyaman digunakan untuk perjalanan jauh. Kapasitas tangki besar ditujukan agar pengendara tidak perlu sering berhenti untuk mengisi bahan bakar saat touring.
Bahkan, Suzuki pernah mempromosikan kemampuan Thunder 125 untuk perjalanan jarak jauh dengan klaim mampu menempuh rute panjang hanya dengan sekali pengisian bensin.
Namun, kelebihan tersebut kini justru menjadi alasan mengapa Suzuki Thunder menjadi perhatian sejumlah SPBU.
Ketika terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di beberapa wilayah, motor dengan tangki besar dianggap berpotensi digunakan untuk membeli bahan bakar dalam jumlah banyak.
Meski demikian, tidak semua pemilik Suzuki Thunder melakukan hal tersebut. Banyak pengguna yang tetap memakai motor ini sebagai kendaraan harian, kendaraan touring, maupun koleksi pribadi.
Performa Suzuki Thunder 125 yang Jadi Andalan
Suzuki Thunder 125 menggunakan mesin 4-tak SOHC 2 katup berpendingin udara dengan transmisi manual lima percepatan.
Tenaga yang dihasilkan memang tidak sebesar motor sport modern, tetapi karakter mesinnya terkenal sederhana dan mudah dirawat.
Motor ini menghasilkan tenaga sekitar 11 PS dengan torsi yang cukup untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari.
Salah satu keunggulan Suzuki Thunder adalah konsumsi bahan bakarnya yang tergolong irit.
Dengan sistem karburator vakum, motor ini mampu mencatat konsumsi sekitar 40 kilometer per liter dalam kondisi penggunaan normal.
Selain itu, posisi berkendara Suzuki Thunder juga menjadi salah satu daya tariknya. Motor ini memiliki setang yang cukup tinggi, jok nyaman, serta posisi kaki yang membuat pengendara tidak cepat lelah ketika melakukan perjalanan jauh.
Karakter tersebut membuat Suzuki Thunder banyak digunakan oleh komunitas touring pada masanya.
Perjalanan Suzuki Thunder Hingga Berhenti Produksi
Selama dipasarkan di Indonesia, Suzuki Thunder 125 mengalami beberapa pembaruan.
Generasi awal yang hadir pada 2004 memiliki desain sederhana dengan lampu depan bulat, tangki besar membulat, serta pelek model palang.
Pada 2006, Suzuki melakukan penyegaran dengan menambahkan kick starter, memperbarui desain striping, serta meningkatkan tampilan panel instrumen.
Kemudian pada 2008, Suzuki memberikan perubahan melalui tambahan undercowl dan teknologi PAIR (Pulse Secondary Air Injection System) untuk membantu mengurangi emisi gas buang.
Pembaruan terakhir hadir pada 2011 dengan desain yang lebih modern. Suzuki memberikan perubahan pada pelek, knalpot, spion, tutup tangki, hingga panel instrumen kombinasi analog dan digital.
Suzuki juga menambahkan engine balancer untuk mengurangi getaran mesin sehingga berkendara terasa lebih nyaman.
Namun, perjalanan Suzuki Thunder di Indonesia akhirnya berakhir pada 2015 ketika produksi resmi dihentikan.
Suzuki Thunder Tetap Bertahan di Jalan Indonesia
Meski sudah tidak diproduksi, Suzuki Thunder masih memiliki banyak penggemar di Indonesia.
Motor ini dikenal memiliki mesin yang kuat, perawatan mudah, dan harga bekas yang relatif terjangkau.
Di pasar motor bekas, Suzuki Thunder masih banyak dicari karena dianggap sebagai motor sport klasik yang ekonomis.
Di sisi lain, reputasi Suzuki Thunder sebagai motor dengan tangki besar membuatnya kerap dikaitkan dengan aktivitas pembelian BBM dalam jumlah besar.
Fenomena tersebut membuat sejumlah SPBU memberikan perhatian khusus terhadap motor ini, terutama ketika terjadi tekanan pada distribusi BBM subsidi.
Padahal, sejarah Suzuki Thunder di Indonesia jauh lebih panjang dibandingkan sekadar isu pengisian BBM.
Motor ini menjadi bagian dari perjalanan industri otomotif Tanah Air, terutama ketika Suzuki mencoba menghadirkan motor sport yang nyaman, irit, dan mampu menemani perjalanan jauh.
Pada akhirnya, kiprah Suzuki Thunder di Indonesia tetap menjadi cerita menarik. Motor yang dahulu dikenal sebagai kendaraan touring dengan tangki jumbo, kini kembali menjadi sorotan karena alasan berbeda.
Namun bagi para penggemarnya, Suzuki Thunder tetaplah motor legendaris yang memiliki karakter kuat dan menjadi salah satu produk Suzuki yang pernah mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.
Editor : Nur Pramudito