Pesantren kilat dimulai pukul 08.30-10.30 melalui Zoom Clouds Meeting dan kanal YouTube sekolah. Kegiatan diisi salat Dhuha mandiri dari rumah, membaca Alquran, penyampaian materi, serta game edukasi.
“Hari pertama diikuti 225 siswa kelas X. Sekitar 85 persen yang ikut. Sisanya ada yang izin sakit, terkendala jaringan, dan lainnya. Makanya kami arahkan mengikuti lewat kanal YouTube sekolah,” terang guru agama sekaligus tim IT pesantren kilat SMKN 4 Surakarta Arrafi' Kusumarachman.
Tiap hari disampaikan dua materi. Yakni aqidah akhlak, fiqih, tarikh atau sejarah Islam, dan memnaca Alquran. Mulai dari terjemahan, makna, dan tajwid.
“Siswa wajib menyimak karena ada presensi dan resume dua materi yang disampaikan. Selanjutnya siswa mengikuti post-test mengenai dua materi tersebut dan materi keagamaan umum. Post-test ini dapat diakses e-learning sekolah,” imbuhnya.
Wakil Kepala Bidang Sarpras dan SDM SMKN 4 Surakarta Doko Mulato menambahkan, pesantren kilat disesuaikan jadwal kelas masing-masing jenjang.
“Siswa kelas XI yang tidak ikut pesantren kilat dua hari pertama, tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ). Begitu juga sebaliknya. Setelah pesantren kilat ini, tetap mengikuti PJJ seperti biasa. Karena Juli sudah mulai ujian kenaikan kelas (UKK),” jelasnya. (rls/rgl) Editor : Perdana Bayu Saputra