"Jadi mekanismenya pendaftar dalam kota yang sampai hari terakhir pendaftaran tidak diterima di pilihan sekolah manapun, di dalam sistem nanti akan ditandai dengan warna kuning. Mereka diberikan kesempatan memilih satu sekolah pilihan tambahan yang kuotanya belum penuh," ungkap Sekretaris Disdik Kota Surakarta Dwi Ariyatno, Jumat (25/6).
Berkaca pada PPDB tahun lalu, ada beberapa sekolah yang sepi peminat. Ambil contoh, SMPN 24, SMPN 25, dan SMPN 26. Bukan tidak mungkin sekolah-sekolah itu juga masih ada kuota pada PPDB tahun ini. Maka, pihak disdik menyediakan pilihan sekolah tersebut untuk dipilih pendaftar dalam kota yang terlempar dari semua sekolah pilihannya.
"Sekiranya mereka mau, silakan pilih sekolah yang masih kosong itu. Pilihan sekolah sudah bebas zonasi. Karena menyesuaikan sisa kursi yang tersedia. Pendaftar dalam kota yang belum dapat sekolah bisa memilih lagi di sekolah yang kosong," jelasnya.
Prosedur memilih sekolah rekomendasi juga dilakukan secara online. Dwi menyebut pendaftar dalam kota hanya tinggal memantau jurnal saja sampai 27 Juni mendatang. Kemudian jika sudah dipastikan namanya tidak diterima pada ketiga sekolah pilihan, pada 28 Juni dipersilakan mengakses kembali laman PPDB SMP.
"Nanti akan ada pilihan. Mereka ketika login akan mendapatkan tampilan seperti waktu mendaftar. Jadi nanti ada pilihan sekolah. Dan sekolah itu kuota yang masih kosong. Nanti kami akan upayakan kurang lebih sama mekanismenya seperti saat mereka mendaftar kemarin," sambungnya.
Pengalaman tahun lalu, disdik juga menyediakan fasilitas rekomendasi pilihan bagi pendaftar dalam kota yang tidak diterima di sekolah pilihan. Namun, sekolah rekomendasinya tidak memilih sendiri. Disdik yang mengarahkan sekolah rekomendasi tersebut melalui sistem. Alhasil, tidak semua pendaftar dalam kota memanfaatkan kesempatan itu.
"Kami menyediakan rekomendasi sekolah pilihan, tapi banyak yang dipertimbangkan oleh orang tua pendaftar. Mungkin masih ada anggapan soal sekolah pinggiran, atau lokasinya jauh, dan lain sebagainya. Padahal sekolah yang kami siapkan itu standarnya sama semua," papar dia.
Dwi mengimbau kepada seluruh pendaftar dalam kota yang sudah diterima di sekolah pilihannya, meskipun di pilihan kedua atau ketiga, agar mengambil kesempatan itu. Dan mengikuti proses daftar ulang. Sebab, sekolah tersebut adalah sesuai dengan pilihannya masing-masing.
"Kalau misalnya nanti sudah diberikan fasilitas rekomendasi pilihan ini pendaftar dalam kota tetap tidak mengambil kesempatan, maka bisa dimanfaatkan oleh pendaftar luar kota. Yang jelas ,kami prioritaskan dulu pendaftar dalam kota," pungkasnya. (aya/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria