Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jika CPD Sakit, Daftar Ulang PPDB SMA/SMK Bisa Diwakili Orang Tua

Damianus Bram • Kamis, 1 Juli 2021 | 18:08 WIB
KONSULTASI: Salah satu orang tua CPD tengah berkonsultasi dengan guru di Posko PPDB. (M.IHSAN/RADAR SOLO)
KONSULTASI: Salah satu orang tua CPD tengah berkonsultasi dengan guru di Posko PPDB. (M.IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO  Tahapan daftar ulang penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK sudah masuk hari ketiga, kemarin (30/6). Pelaksanaan terpantau lancar. Calon peserta didik (CPD) yang dinyatakan lolos, wajib datang ke sekolah masing-masing sesuai dengan jawdal. Serta mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat.

Ketua Panitia PPDB SMKN 6 Surakarta Danang Eko Sutrisno mengaku telah mempersiapkan prokes sesuai aturan berlaku. Salah satunya pembatas dan pemberian sekat antara CPD dan verifikator. Selain itu, verifikator di ruangan, dibatasi dua orang.

"Pelaksanaan berjalan lancar. Sistemnya daftar ulang secara offline. CPD datang bergiliran sesuai jadwal. Per hari kami sediakan satu ruang untuk 10-12 CPD. Jika dijumlah, total 100-an CPD per hari. Jika ada CPD yang sakit, boleh diwakilkan orang tua atau walinya," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sejauh ini kuota bagi SMKN 6 Surakarta terpenuhi. Yakni 540 kursi untuk tujuh program keahlian. Pihak sekolah sudah mengantisipasi jika terjadi kendala di sistem. Terutama titik koordinat CPD yang ikut jalur zonasi. Karena berpotensi meleset.

"Kendala lainnya, yakni CPD kurang memperhatikan jadwal PPDB. Ada yang datang saat pendaftaran. Harus, verifikasi berkas dulu. Karena itu pendaftaran diperpanjang dua hari," bebernya.

Sementara itu, Ketua PPDB SMKN 2 Surakarta Andi Mustofa mengaku sistem tahun ini sesuai petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah. Dilaksanakan daring atau online. Namun, sekolah tetap mempersiapkan secara online maupun offline. Mulai dari pengajuan akun, verifikasi berkas, pendaftaran, serta daftar ulang. Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 serta memperketat prokes.

"Kami sarankan, sebaiknya online. Tetapi kami juga siapkan CPD dan orang tua yang hadir menanyakan informasi lebih detail. Daftar ulang kami fasilitasi 28 Juni hingga 2 Juli. Per hari kami batasi 100-150 siswa. Biat tidak berkerumun," ungkapnya.

Pihak sekolah siapkan empat ruangan dengan menerapkan prokes ketat. Ketika siswa datang untuk daftar ulang, wajib kenakan faces hield. "Harapannya PPDB tahun depan, pandemi sudah selesai. Sehingga kami bisa melayani masyarakat dengan baik, memuaskan, dan tanpa kendala," ujarnya. (nis/fer/dam) Editor : Damianus Bram