Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Batal, Sekolah Siapkan MPLS Daring

Syahaamah Fikria • Rabu, 7 Juli 2021 | 12:59 WIB
Uji coba PTM di SMPN 8 Surakarta, beberapa waktu lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Uji coba PTM di SMPN 8 Surakarta, beberapa waktu lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO — Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan dengan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, sekolah tetap mempersiapkan diri bila tahun ajaran baru nanti digelar pembelajaran tatap muka (PTM)

Kepala SMP Negeri 15 Surakarta Iswita Mulyahati mengungkapkan, selama PPKM darurat, PTM  memang ditunda sesuai surat edaran dari sekertaris daerah (sekda) maupun dinas pendidikan (disdik). Namun, pihaknya tetap mempersiapkan PTM untuk tahun ajaran baru. Yakni memakai sistem blended learning. Separo tatap muka dan sisanya dari rumah.

“Di ruangan kami sudah dipersiapkan perangkat. Jadi guru yang mengajar bisa diakses anak secara tatap muka dan dari rumah,” ujarnya.

Penjadwalan serta sarana dan prasarana (sarpras) sesuai protokol kesehatan (prokes). Contohnya pengaturan jarak, adanya wastafel setiap kelas, pembagian masker dan faceshield. Datang ke sekolah juga harus antar jemput oleh orang tua, tidak boleh naik angkutan umum.

“Harusnya mulai 12 Juli, namun demi kebaikan untuk bersama akhirnya ditunda. Sebisa mungkin kami mencegah siswa datang ke lingkungan sekolah,” tuturnya.

Iswita mengatakan, pihaknya tetap mengikuti aturan pemerintah. Setelah PPKM darurat berakhir 20 Juli, pihaknya akan menunggu surat edaran resmi sekda dan disdik soal kebijakan lanjutan. Sedangkan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) juga dilaksanakan daring seperti tahun lalu.

“MPLS daring lewat Google Meeting dan Youtube. Insya Allah sudah kami siapkan jadwal dan materinya,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno membenarkan, sesuai dengan instruksi PPKM darurat Jawa-Bali, hingga 20 Juli seluruh kegiatan belajar mengajar secara daring.

“Instruksinya langsung dari pusat. Kami termasuk daerah yang masuk kategori PPKM darurat ya otomatis ikut jalankan instruksi tersebut. Jadi semua PJJ. Nanti pasca 20 Juli, tentunya ada kebijakan yang lain. Apakah ada mekanisme perpanjangan atau diperbolehkan. Kalau diperbolehkan baru nanti merencanakan sama seperti yang kemarin,” katanya, Selasa (6/7).

Selain itu, Dwi juga meminta kepada sekolah-sekolah untuk menyiapkan paket informasi dan publikasi yang kaitannya dengan MPLS  untuk siswa baru. Tahun ini dijalankan secara daring seperti tahun lalu. Sebab, pandemi Covid-19 masih mewabah. Tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya yang MPLS-nya tatap muka.

“Jadi siswa atau orang tua mengikuti pengarahan atau penjelasan dari sekolah. Tapi cukup dari rumah masing-masing. Kaitannya dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan daring, kalau kelas dan guru sebelumnya kan sudah punya pengalaman pembelajaran daring tahun ajaran kemarin. Tentunya mereka sudah ada rencana pembelajaran seperti apa. Memang saat ini belum bisa masuk (tatap muka),” bebernya. (nis/bun)

  Editor : Syahaamah Fikria
#pembelajaran tatap muka #pembelajaran daring #PTM DItunda #masa pengenalan lingkungan sekolah #ppkm darurat