Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SMP Swasta di Solo Kekurangan Siswa, IKKS: Mereka Merasa Di-PHP

Syahaamah Fikria • Kamis, 8 Juli 2021 | 13:00 WIB
KERJA KERAS: Guru SMP Muhammadiyah 8 Surakarta melayani PPDB sebelum diberlakukan PPKM darurat. (MANNISA ELFIRA/RADAR SOLO)
KERJA KERAS: Guru SMP Muhammadiyah 8 Surakarta melayani PPDB sebelum diberlakukan PPKM darurat. (MANNISA ELFIRA/RADAR SOLO)
SOLO — Beberapa SMP swasta di Kota Solo masih kekurangan siswa. Di antara calon siswa, ada yang sudah membayar dan mengambil seragam, namun mencabut berkas. Kebanyakan alasan mereka sudah diterima di sekolah negeri.

Pengurus Ikatan Kepala Sekolah Swasta (IKSS) Kota Surakarta Rusmanto mengatakan, tujuh dari delapan pengurus IKKS yang merupakan kepala sekolah swasta menyatakan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini di sekolahnya turun.

“Beberapa pengurus IKKS sempat memberikan data bahwa mereka di-PHP (pemberian harapan palsu) calon siswa dan walinya. Artinya ada yang sudah membayar, ambil segaram, bahkan ada yang sudah terbentuk kelasnya. Namun, ketika dipanggil tidak datang ke sekolah. Mereka mengundurkan diri dengan cara halus, yakni diterima di sekolah negeri,” katanya.

Namun, pihaknya tidak bisa menyalahkan sistem. Sebab, ini hak calon siswa dan walinya. Tapi ini berimbas kepada sekolah swasta yang siswanya sedikit. Mereka mengaku kecewa. “Ada sekitar 10 calon siswa yang mundur di sekolah saya (SMP Muhammadiyah 8 Surakarta). Tapi akhirnya tetap bisa terpenuhi,” ujarnya.

Tapi Rusmanto tetap berharap sekolah swasta tahun ini tidak ada yang gulung tikar meski kuotanya tidak tercukupi. Selain itu, dia dan kepala sekolah swasta lainnya juga berharap tidak ada siswa yang mencabut berkas lagi.

Sementara itu, Kasi Kesiswaan SMP Marsudirini St. Theresia Surakarta Rita Hapsari mengatakan, sekolahnya masih membuka PPDB. Ini disebabkan kapasitas ruang kelas masih ada. Tercatat, saat ini baru tercukupi 65 persen dari target.

"Kami targetkan 70 siswa untuk tiga rombongan belajar (rombel). Tapi sampai kemarin (7/7), kami baru dapat dua rombel. Untuk PPDB kami on the process. Kami masih membuka sekiranya ada siswa yang belum dapat sekolah," tuturnya.

Rita berharap anak-anak yang lulus SD, semuanya melanjutkan pendidikan. Selain itu, juga tetap semangat belajar. “Jangan sampai putus sekolah. Masih banyak sekolah yang kekurangan siswa. Mereka bisa mendaftar,” ungkapnya. (nis/bun)

  Editor : Syahaamah Fikria
#ppdb #sekolah swasta kekurangan murid #pendidikan #Ikatan Kepala Sekolah Swasta