Kepala Program Teknisi Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta (Kakamenag) Rifhamdani Adam mengatakan, Kakamenag bersama kepala sekolah madrasah baru akan koordinasi terkait pelaksanaan simulasi PTM pada 7 September. Rencana simulasi PTM juga hanya diperbolehkan untuk dua rombel di masing-masing sekolah.
“Saat ini, kami masih koordinasi dengan kepala madrasah untuk membahas teknis pelaksanaan simulasi PTM terbatas. Pekan ini menurut data dari kami, belum ada yang menggelar PTM,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Adam menambahkan, sampai saat ini baru dua madrasah yang sudah melaksanakan simulasi PTM terbatas, sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Yakni MAN 1 Surakarta dan MTs Negeri 1 Surakarta. Sedangkan untuk MAN 2 dan MTs N 2 Surakarta belum melaksanakan simulasi PTM terbatas. “Baru mau simulasi, malah kemarin ada kebijakan PKM level-4. Sehingga ditunda dulu,” imbuhnya.
Kantor Kemenag Kota Surakarta juga akan melaksanakan simulasi terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan dan kelengkapan di madrasah. Mulai dari sarpras, protokol kesehatan (prokes), dan kesiapan guru serta siswa madrasah. Simulasi PTM terbatas juga akan diutamakan bagi siswa yang telah melakukan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan warga sekolah.
“Sebenarnya kami juga mau bareng-bareng dengan jenjang sekolah yang lain, seperti SMA dan SMK yang sudah mulai PTM terbatas Senin ini (6/9). Tapi kami minggu ini masih mau rapat dengan tim yang lain,” terangnya.
Pelaksanaan PTM terbatas akan dilakukan bertahap dan menunggu keputusan hasil rapat. Kemenag akan terus berkoordinasi dengan pihak madrasah dan melakukan pengecekan secara langsung ke sekolah-sekolah. “Harapannya kami juga bisa segera menggelar simulasi PTM dan PTM terbatas minggu ini,” ucapnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram