Direktur UT Surakarta Yulia Budiwati menjelaskan, wisuda berlangsung dua hari dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Mengusung tema “SDM Unggul Melalui Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) Di Era New Normal”. UT terus konsisten mencetak lulusan unggulan. Karena lulusan UT, minimal memiliki tiga bekal utama, yaitu ilmu kompetensi, penguasaan litersi teknologi, dan penguatan karakter.
“Tiga bekal tersebut adalah nilai plus untuk lulusan UT. Ditambah bekal literasi digitalisasi yang tidak perlu diragukan lagi. Dengan begitu, mereka dapat berkiprah lebih baik lagi,” ujarnya.
Yulia menambahkan, UT memberi kesempatan kepada semua orang untuk menikmati pendidikan. Melalui program merdeka belajar, mahasiswa didorong untuk terus berkembang di berbagai bidang. Termasuk menyiapkan tutor ahli, untuk membantu mahasiswa disabilitas.
“UT mampu mengakomodasi semua kendala pendidikan. Kami juga membuka peluang besar untuk disabilitas. Dengan digital learning, mahasiswa dapat menikmati pendidikan dengan nuansa berbeda,” imbuhnya.
Ketua Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UT Surakarta Dewi Artati Padmo mengaku sedang mengembangakan terobosan teknologi baru, yakni sinkronus learning.
“Saat ini UT memiliki lebih dari 26.000 kelas daring, yang awalnya hanya sekitar 38 kelas. Ini bukti mahasiswa UT cepat beradaptasi dengan perubahan zaman,” paparnya. (ian/fer) Editor : Damianus Bram