Kepala SMA Warga Solo Purwoto mengatakan, sepulang dari mendampingi siswa mengambil video, salah seorang guru sekolah tersebut merasakan demam dan pusing. Kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, guru yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Senin, 24 Januari sekolah mendapatkan informasi dari Puskesmas Purwodiningratan bahwa guru kami terkonfirmasi positif. Sekolah diminta untuk tracing, karena kebetulan guru yang bersangkutan dan satu guru lain baru saja menemani siswa membuat video,” ujarnya, Kamis (27/1).
Berdasarkan temuan tersebut, sekolah mengambil tindakan untuk melakukan tracking swab PCR di RSUD Bung Karno untuk 11 orang yang kontak erat. Mereka terdiri dari delapan siswa, dua guru, dan dua karyawan. Setelah di-tracking, 10 orang terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan satu orang negatif.
“Siswa yang positif menjalani isolasi mandiri di rumah karena statusnya tanpa gejala. Sementara satu guru dari kasus awal dirawat di rumah sakit karena kondisinya cenderung menurun,” ungkap Purwoto.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo untuk ditindaklanjuti. Tracking pun diperluas kepada 180 siswa dan 55 guru pada Rabu (26/1). Namun, saat ini hasil tes swab PCR mereka belum keluar.
Atas kejadian tersebut, sekolah mengambil tindakan tegas untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
“Mulai hari ini, Kamis (27/1), SMA dan SMA warga kembali menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ini sambil menunggu hasil tracking pada 225 siswa dan guru lain,” jelas Purwoto.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno membenarkan adanya temuan kasus Covid-19 di SMA. Merespons hal tersebut, pihaknya segera mengadakan rapat koordinasi dengan para kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB se Kota Solo. Koordinasi, juga melibatkan dinkes dan Satgas Covid-19 Kota Solo.
“Tidak usah panik, sudah ada SOP yang harus dilakukan jika ada temuan Covid-19 di lingkungan sekolah. Sampai saat ini hanya satu sekolah yang memberi laporan adanya kasus khusus saat PTM, yaitu di SMA Warga. Yang lainnya masih aman,” tuturnya.
Sesuai SOP, SMA Warga terpaksa harus menghentikan proses PTM dan kembali ke PJJ. Meski demikian, Suratno menegaskan, kegiatan PTM di sekolah lainnya tetap terus berjalan. Protokol kesehatan akan semakin ditingkatkan dan diperketat pengawasannya.
“Tetap akan kami perketat prokesnya. Tapi kami tegaskan kegiatan PTM di sekolah lainnya tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku dengan prokes ketat,” tandasnya. (ian/mg2/ria)
Editor : Syahaamah Fikria