Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Aryanto mengaku, vaksinasi booster ini merupakan upaya dalam meningkatkan protokol kesehatan (prokes) di lingungan sekolah. Total 30 guru dan karyawan ambil bagian dalam vaksinasi.
“Vaksinasi booster ini sesuai surat perintah dari dinas pendidikan (disdik), perihal undangan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Alhamdulillah semua guru dan karyawan sudah divaksin,” jelasnya, kemarin.
Upaya lain yang dilakukan, yakni memperketat penerapan prokes di sekolah. Salah satunya lewat screening kesehatan siswa dan guru. Termasuk penambahan sarana dan prasarana (sarpras) prokes.
“Tempat cuci tangan dan hand sanitizer kami lengkap di tiap kelas. Semua warga sekolah juga taat memakai masker sesuai SOP (standar operasional prosedur) pencegahan penularan Covid-19,” imbuhnya.
Sementara ini, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara blended learning. Siswa bebas memilih mengikuti PTM maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terkait PJJ, sekolah memfasilitasi dengan pk-learning.com, Zoom Meeting, CBT, dan media lainnya.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan orang tua melalui kegiatan screening kesehatan. Supaya kondisi siswa terpantau. Bagi siswa yang kurang sehat, kami imbau ikut PJJ,” ungkapnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram