"Harus ada upaya akselerasi energi ramah lingkungan yang meningkatkan kesejahteraan ramah lingkungan," ungkap Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas Sebelas Maret (UNS) Sajidan dalam seminar nasional bertema nuklir sebagai solusi energi ramah lingkungan yang bekelanjutan untuk mengejar Indonesia sejahtera dan rendah karbon 2050, kemarin.
Saat ini, pemerintah terus menggodok pengembangan PLTN. Sajidan menyebut UNS ditunjuk menyusun kajian akademik terkait rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung.
Naskah akademik tersebut mengenai nuklir sebagai solusi energi ramah lingkungan. Berisi kajian penerimaan masyarakat serta seberapa perlu sosialisasi pada masyarakat.
"Kajian akademik maupun kajian terkait penerimaan masyarakat di Bangka Belitung dilakukan atas kerja sama PT ThorCon Power Indonesia dan Universitas Bangka Belitung. Rencana PLTN ini perlu adanya sosialisasi edukasi, sehingga pengelolaan pembangunan bisa dikelola secara baik," ujarnya.
Chief Operating Officer (COO) PT ThorCon Power Indonesia Bob S Effendi menambahkan, PLTN merupakan solusi pemasokan tenaga listrik dalam skala besar yang perannya tidak bisa dihindari. Terobosan penggunaan energi yang murah dan ramah lingkungan sangat diperlukan Indonesia.
Pembangkit panas bumi dan air atau hidrotermal dinilai ramah lingkungan. Namun memiliki kelemahan, biayanya mahal.
"Sementara energi surya dan angin tersedia melimpah. Tapi tergantung pada musim dan di lokasi tertentu. Kondisi ini membuat Indonesia perlu untuk mengembangkan PLTN," pungkasnya. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram