Hal itu menjadi pembahasan dalam forum group discussion (FGD) bertema mencari model pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi yang efektif, yang digelar Tim Hibah Riset Keilmuan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HRK-UMS), Selasa (29/3).
‘’Kita berharap lewat FGD, dapat masukan tentang pembelajaran kewirausahaan yang efektif. Karena itulah kami undang dosen dan praktisi dalam acara ini,’’ papar Ketua HRK Kussudyarsana.
Menurutnya, kewirausahaan memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan ekonomi. Dengan adanya kewirausahawan, maka dampak positif tercipta yakni lapangan kerja baru.
"Perguruan tinggi sebagai institusi memiliki tanggung jawab dan peranan penting dalam upaya menghasilkan calon wirausahawan baru. Maka perlu dilakukan untuk membentuk sumber daya wirausahawan yang tangguh," ujar dia.
Namun demikian, anggota Tim HRK Halim mengakui, upaya membentuk sumber daya wirausahawan memang taidak midah.
"Mengingat kecenderungan lulusan yang masih berorientasi cari kerja, bukan jadi entrepreneur,’’ kata Halim.
Ditambahkan dia, orientasi lulusan sangat berkaitan dengan bagaimana kurikulum dan desain pembelajaran disusun. Karena itu, perlu kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, khususnya dengan entrepreneur.
"Perlu ada dialog yang konstruktif antara pelaku bisnis dengan dunia pendidikan tentang model pembelajarannya," ucap dia.
Sementara Owner Gage Design Bambang Gage yang hadir dalam FGD teraebut juga masukan agar mata kuliah bisa kewirausahaan di perguruan tinggi tepat sasaran. Yakni perlu mempertimbangkan aspek teknologi yang berkembang pada dunia usaha.
"Coba hadirkan ternologi terkini pada materi kuliah untuk mahasiswa agar mereka semakin antusias menjadi wirausahawan,’’ jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Soepatini, dosen sekaligus kepala Pusat Studi Kewirusahaan UMS. Dia menyinggung tentang model pembelajaran kewirausahaan yang efektif bagi mahasiswa.
"Tumbuhkan minat dan buka wawasan mahasiswa tentang dunia bisnis. Berikan contoh bagaimana wirausahawan membangun bisnis mereka," papar Soepatini. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria