“Tahun ini memang sudah boleh PTM (pembelajaran tatap muka). Maka kami berani menggelar tarhib. Sekalian nanti pembagian bintang kelas untuk Maret. Siswa yang rekapitulitasi bintangnya terbanyak selama pembelajaran di kelas, serta program anak hebat dan sholeh, dia yang menang,” terang Kepala SDIT Alif Smart Surakarta Retno Hardiyah Astuti.
Retno menambahkan, Ramadan ini akan diisi sejumlah kegiatan. Di antaranya camping Quran, buka bersama, Ramadan Kids atau pesantren kilar, hingga menyebar bingkisan untuk masyarakat kurang mampu.
“Kami juga bagikan jadwal kegiatan Ramadan kepada siswa. Di antaranya jadwal salat wajib, Tarawih, puasa, hingga hafalan Quran,” imbuhnya.
Hadir dalam tarhib, pengurus Lazis Jateng Agus Setiawan sebagai pendongeng. Dia mengaku tarhib berdampak positif bagi psikologis siswa. “Permasalahan saat ini adalah penggunaan gadget berlebihan. Maka perlu diatur selama Ramadan,” ucapnya.
Sementara itu, siswa kelas III SDIT Alif Smart Surakarta Bimo Aryanto, 9, mengaku antusias mengikuti tarhib Ramadan. Dia mengaku siap menjalankan puasa sebulan penuh.
“Tadi (kemarin) jalannya jauh dan capek. Tapi tetap senang ikut pawai bersama teman-teman. Karena tahun lalu tarhib-nya hanya lewat video YouTube,” ujarnya. (mg4/ian/dam) Editor : Damianus Bram