Rektor UNS Jamal Wiwoho menjelaskan, ajang ini dimeriahkan serangkaian kegiatan menarik. Di antaranya bazar kuliner dan UMKM, festival reog, festival seni, serta high rope outbound dan off-road.
“Kegiatan bazar kuliner dan UMKM diikuti oleh masyarakat sekitar Alas Bromo. Menampilkan produk unggulan daerah, berupa kuliner tradisional dan kerajinan dari para pelaku usaha,” ungkapnya.
Terkait festival seni, imbuh Jamal, berupa pertunjukan tarian dan musik oleh mahasiswa UNS. Selain itu, juga dimeriahkan high rope outbound dan off-road.
“Saya berharap dengan serangkaian kegiatan ini, menjadi penggerak untuk kegiatan serupa. Serta mengenalkan KHDTK Bromo ke masyarakat luas,” imbuh Jamal.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (UPT PPK) UNS Dwi Priyo Ariyanto mengaku, kegiatan ini juga untuk menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Serta mengangkat segala potensi yang ada di kawasan yang akrab disebut sebagai Alas Bromo tersebut.
“Tujuan diadakannya kegiatan Bromo Culture Festival ini, untuk mengenalkan dan mempersiapkan Alas Bromo sebagai objek wisata alam dan edukasi. Kami juga menggandeng masyarakat sekitar dan UMKM,” ujarnya.
Sebagai catatan, UNS dipercaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengelola KHDTK Bromo. SK alih kelola dari Perhutani ke UNS, dikeluarkan sejak 2018 silam. Diperkuat dengan SK penetapan area definitif yang keluar pada 2020. SK ini menjadi dasar bagi UNS untuk mengembangkan hutan seluas 129,291 hektare tersebut selama 20 tahun. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram