Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hari Pertama, Puluhan Peserta UTBK Langsung Gugur

Damianus Bram • Rabu, 18 Mei 2022 | 13:45 WIB
BERTARUH NASIB: Peserta UTBK-SBMPTN mengerjakan soal-soal di kampus Universitas Sebelas Maret kemarin (17/5). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BERTARUH NASIB: Peserta UTBK-SBMPTN mengerjakan soal-soal di kampus Universitas Sebelas Maret kemarin (17/5). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mulai digelar kemarin (17/5). Meski baru tahap awal, tapi sudah banyak peserta yang gugur atau tidak lolos seleksi.

UTBK 2022 digelar 17-23 Mei untuk gelombang pertama dan 28 Mei-3 Juni untuk gelombang kedua. Ujian dilaksanakan di 74 pusat UTBK atau perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Namun tidak semua peserta hadir memenuhi jadwal ujian.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo dari dua PTN tempat penyelenggaraan UTBK, yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, lebih dari 70 peserta tak hadir mengikuti UTBK hari pertama.

Koordinator pelaksana UTBK ISI Surakarta Iwan Sulistyo mengatakan, sebanyak 3.158 peserta mengikuti seleksi UTBK di ISI Surakarta. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua sesi, setiap sesinya ada sebanyak 289 peserta.

“Pada sesi pertama ini sebanyak 19 peserta tidak hadir mengikuti pelaksanaan ujian. Tiga peserta tidak diperkenankan mengikuti ujian karena terlambat dan 16 peserta tanpa keterangan” ujarnya.

Rektor ISI I Nyoman Sukerna mengatakan, untuk mengatasi kecurangan selama UTBK, telah disiapkan berbagi langkah pencegahan. Salah satunya, panitia UTBK melakukan scanning dan mengecek alat-alat yang dibawa masuk oleh peserta ujian kedalam ruang ujian.

"Selain itu ada program yang namanya single sign on (SSO)Jadi untuk calon mahasiswa yang mengupayakan sesuatu yang tidak baik seperti kecurangan akan di diskualifikasi,” imbuhnya.

Banyaknya peserta UTBK yang tak hadir di hari pertama, juga diungkapkan Rektor UNS Jamal Wiwoho. Pada hari pertama pelaksanaan UTBK, jumlah peserta yang hadir pada sesi pertama sebanyak 926 orang atau 94,5 persen. Sementara peserta yang tidak hadir sebanyak 54 orang atau 5,5 persen.

“Berdasarkan analisis awal kami banyak faktor yang memengaruhi. Namun, memang paling banyak itu siswa pindah pilihan jurusannya sehingga banyak yang tidak hadir di hari pelaksanaan UTBK,” ujarnya.

UTBK 2022 di UNS dilaksanakan di 14 lokasi ujian yang terdiri 49 ruang dengan kapasitas total 980 peserta per sesi. Jumlah ini meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar 830. Atau 1.960 peserta per hari dalam dua sesi. Jumlah total sesi UTBK di UNS adalah sebanyak 27 sesi yang terdiri dari 14 sesi pada gelombang I dan 13 sesi pada gelombang II.

“Ada peserta berkebutuhan khusus  yaitu dua peserta tuna netra yang mengikuti ujian pada sesi 5 di laboratorium komputer 1. Peserta berkebutuhan khusus tuna netra akan difasilitasi dengan software khusus, dan pelaksanaannya akan dibantu oleh pendamping,” ujarnya.

Jamal menambahkan, ada peningkatan sebanyak 18 persen atau 4.023 peserta. Pada 2021 diikuti total 22.385 peserta, sedangkan pada 2022 menjadi 26.408 perserta.

Sementara itu, Arif  Budi, 17, peserta UTBK SBMPTN 2022 yang mengambil Jurusan Teknik Informatika UNS sempat mengeluhkan tingkat kesusahan soal.

“Ya karena mata pelajaran nya lebih dari satu jadi cukup keteteran jawabnya. Jadinya tadi sempat ada beberapa yang saya isi kolomnya A semua,” katanya sembari menggelengkan kepala.

Peserta UTBK lain di gedung Fakultas Kedokteran UNS Anggun mengatakan, soal UTBK tidak terlalu sulit. Sebab, dia telah menyiapkan diri dengan belajar semaksimal mungkin terkait soal-soal yang sekiranya keluar di UTBK.

“Agak deg-degan saat awal-awal, tapi Alhamdulilah bisa menjawab soal-soalnya,” ungkapnya

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS Ahmad Yunus mengatakan, sebagai antisipasi terjadinya masalah mati listrik maupun trouble internet, panitia telah menyiapkan 10 persen komputer yang siap digunakan jika sewaktu-waktu peserta mengalami masalah dengan komputernya.

“Memang tadi berdasarkan pantauan di lapangan ada komputer yang bermasalah. Namun, kami sudah antisipasi dengan menyediakan komputer cadangan 10 persen dari jumlah total di setiap ruangan. Komputer itu kondisinya sudah siap digunakan oleh peserta,” ungkapnya. (ian/mg1/bun) Editor : Damianus Bram
#UTBK ISI Surakarta #UTBK UNS #utbk #sbmptn