SOLO - Satu sekolah dasar (SD) di Kota Solo harus kembali menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua pekan lantaran ada temuan kasus Covid-19 di sekolah. Sebanyak lima siswa kelas VI SD Kanisius Keprabon 2 Solo dinyatakan positif setelah dilakukan swab PCR.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Rabu (27/7), SD yang terletak tak jauh dari Balai Kota Solo tersebut tampak sepi tanpa ada kegiatan pembelajaran. Hanya ada guru yang mengajar secara daring dari masing-masing kelas. Sterilisasi dilakukan untuk memutus penularan Covid-19 di sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dian Rineta mengatakan, temuan kasus tersebut berdasarkan laporan dari orang tua siswa yang menginformasikan anaknya positif Covid-19. Menindaklanjuti laporan tersebut, sekolah bergerak cepat dengan melakukan swab masal pada siswa yang diindikasi memiliki kontak erat. Tracing tersebut menyasar 40 siswa kelas VI.
“Berdasarkan laporan ada yang terkena Covid-19, satu siswa dari orang tuanya. Itu siswa kelas IV. Kemudian sudah di-tracing semua siswa dalam satu kelas tersebut, ditemukan lima siswa yang positif,” ujar Dian.
Sesuai peraturan SKB empat menteri, dijelaskan apabila ditemukan kasus positif terkonfirmasi lebih dari lima persen dan terjadi klaster penularan, maka pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dihentikan sementara sekurang-kurangnya 10x24 jam. Namun, apabila setelah dilakukan surveilans dan ditetapkan bukan merupakan klaster penularan dan angka terkonfirmasi positif di bawah 5 persen, maka PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi dan/atau kontak erat Covid-19 selama 5x24 jam.
Dian menjelaskan, berdasarkan aturan yang maka sekolah wajib kembali menggelar PJJ selama dua pekan. Dian menyebutkan dari kasus tersebutnya sekolah sebenarnya bisa saja memberhentikan pembelajaran hanya pada kelas yang terpapar. Namun, dengan alasan untuk menjaga kesehatan siswa yang lain sekolah memilih untuk memberlakukan PJJ untuk semua siswa.
“Sebenarnya bisa yang di-PJJ-kan itu satu kelas yang terpapar saja. Tetapi, untuk menjaga psikologis siswa juga, akhirnya PJJ dilakukan untuk semua siswa. Setelah dua pekan mereka sudah mulai lagi pembelajaran tatap muka, sudah aman,” papar Dian.
Sementara itu, dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon pihak sekolah menyatakan telah melaporkan temuan kasus tersebut pada yayasan, disdik dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo. Sesuai prosedur, sekolah juga telah melaksanakan tracing swab dan PJJ untuk memutus temuan kasus Covid-19.
“Sudah kami laporkan pada yayasan, dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Pada 8 Agustus nanti, kami sudah kembali melakukan pembelajaran tatap muka,” tutur perwakilan dari SD Kanisius Keprabon 2. (ian/ria)
Editor : Syahaamah Fikria