“Sudah dapat izin dari pak gubernur. Nanti tersedia jenjang SMP dan SMA. Pokoknya lengkap, dari kecil sampai dewasa satu tempat saja,” terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Minggu (11/9).
Untuk gedung SKO, memanfaatkan bekas gedung SMPN 3 Surakarta dan SMPN 5 Surakarta. Tidak semua bangunan lawas dirobohkan. “Kami ingin cepat-cepat. Ada (ruangan) yang dirobohkan, ada yang masih dipertahankan,” ungkapnya.
Saat ini, siswa yang berpotensi di bidang olahraga ditampung di kelas khusus olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta dan SMAN 4 Surakarta. Nah, mulai tahun depan dipindahkan ke SKO.
Pembelajaran murid SKO tidak hanya materi olahraga. Tetapi juga pembelajaran formal yang presentasinya disesuaikan kebijakan baru. “Itu biar dari SD, SMP, dan SMA bisa lanjut terus,” terang Gibran.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menerangkan, SKO menitikberatkan pembelajaran olahraga. Output-nya menyiapkan atlet olahraga berbakat sejak dini.
“Kami sudah bersiap. Struktur organisasinya ada kepala sekolah, guru, dan sebagainya. Ini sedang kami rapatkan lebih lanjut,” jelasnya.
Terkait penggunaan gedung bekas SMPN 3 Surakarta dan SMPN 5 Surakarta, imbuh Haris, fasilitas di sana masih layak sebagai tempat pembelajaran. Hanya butuh sedikit penyempurnaan. (ian/wa/dam) Editor : Damianus Bram