Workshop berlangsung di lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi se Jateng. Dihadiri Wakil Rektor I UMS Harun Joko Prayitno, Kepala LRI UMS Sri Sunarjono, Perwakilan Forkom LPPM Jateng Anita Trisiana, serta Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Bhimo Widyo Andoko.
“Terkait dengan hak kekayaan intelektual (HAKI), maka hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari kreativitas intelektual, perlu adanya suatu perlindungan. Khususnya bagi para pemilikinya,” kata Anita.
Harun Joko Prayitno dalam sambutannya mendorong Forkom LPPM Jateng untuk saling berkolaborasi dan bersinergi. “LPPM dapat menggerakkan atmosfer dinamika akademik di perguruan tinggi. Kemudian peran LPPM ke depan, supaya tidak bersifat kolosal. Maka LPPM diharapkan dapat mengembangkan kolaborasi dan sinergi antarperguruan tinggi,” pintanya.
Bhimo Widyo Andoko menambahkan, betapa pentingnya kekayaan intelektual dalam riset dan luarannya bagi perguruan tinggi. “UMS berani menargetkan riset dan luaran. Ini sangat menginspirasi bagi semuanya. Termasuk kontribusi LLDIKTI pada penelitian. Dirjen Dikti masih membuka keran penelitian di tingkat nasional. Perguruan tinggi masih bersaing secara terbuka. Dan memang harus ada pelatihan agar bisa bersaing dengan yang lain,” paparnya.
Sementara itu, materi workshop diisi Sofyan Arief. Mengangkat tema pemahaman tentang KI secara umum. Disusul materi tentang manajemen dan pengelolaan KI melalui sentra kekayaan intelektual, yang disampaikan Kun Harismah. (*/fer) Editor : Damianus Bram