Essay berjudul Menumbuhkan Kesadaran Politik bagi Pemilih Pemula melalui Pengawasan Partisipatif pada Pemilu 2024 mengantarkan Mahesa meraih juara kedua.
Berangkat dari keresahan Mahesa pada generasi muda yang dinilainya kurang tertarik dengan bidang politik. Di antaranya pasif dalam pemilu.
Maeva kemudian melakukan riset sederhana dengan mengamati angka golput pada Pemilu 2019. Dimana golput didominasi generasi muda.
“Mungkin karena mereka apatis sama politik, yang disebabkan miskonsepsi tentang informasi di media sosial. Itu membuat mereka acuh. Tidak peduli lagi sama politik,” jelas Maeva ditemui Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/10/2022).
Dalam pembuatan essay tersebut, Maeva menemui sejumlah tantangan. Mengingat dia belum pernah ikut pemilu karena umurnya belum memenuhi syarat. Beruntung, Maeva didampingi, Raisa, salah seorang gurunya.
Pendampingan yang dilakukan Raisa disesuaikan dengan pengetahuan Maeva di bidang politik. “Saya membantu memperkuat dari sisi teori (tentang pemilu),” ujar Raisa.
Selain itu, Maeva juga banyak membaca modul, jurnal, buku, dan surat kabar yang memberitakan tentang pemilu.
Berbekal pendampingan guru dan banyak membaca literatur tentang pemilu. Ditambah penguasaan materi pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Maeva percaya diri mempresentasikan karya tulis dan argumennya di hadapan juri. Hasilnya memuaskan.
Maeva berpesan kepada teman-teman sebanyanya, agar lebih bersemangat menambah wawasan di berbagai bidang. “Kita kan masih SMK, mungkin masih mencari jatidiri. Mungkin bisa coba hal-hal baru yang positif. Di antaranya membuat karya tulis. Dari situ kita bisa menyalurkan potensi diri,” pungkasnya. (mg1/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono