Keano Akbar, siswa kelas 7A, cosplay menjadi Ahmad Dahlan. Dia mengaku bangga mengenakan kostum pendiri Muhammadiyah itu. Terlebih saat ini Kota Solo terpilih menjadi tuan rumah acara besar dan penting Muhammadiyah.
”Aku terinspirasi keteladanan Bapak Ahmad Dahlan. Yang tidak bosan belajar dan selalu menimba ilmu. Demi mencerdaskan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Siswa lainnya, Dhafa Krisna Bagus Harjanto memilih memakai kostum pahlawan Bung Tomo. Menurutnya, sosok Bung Tomo adalah seorang yang tegas dalam membela tanah air.
”Aku memakai kostum Bung Tomo karena ingin seperti beliau yang tegas membela negara. Dengan cosplay ini, nilai-nilai yang diambil antara lain, tidak boleh melupakan jasa pahlawan, menjadi lebih nasionalisme, dan tidak boleh melupakan negara sendiri,” ungkapnya.
Garda Adiwitya Sugiarto, siswa kelas 9 memakai kostum Bung Karno berjas putih lengkap dengan lencana-lencana penghargaan. Garda mengatakan sebagai generasi muda para siswa tidak boleh melupakan jasa-jasa para pahlawan.
”Kita harus ingat jasa pahlawan yang telah membebaskan Indonesia dari penjajah. Kenapa aku memilih kostum Bung Karno? Karena sebagai pemimpin bangsa yang kharismatik dan memiliki peran memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.
Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Muhdiyatmoko menyebut cosplay pahlawan nasional dan tokoh Muhammadiyah ini sebagai upaya sekolah untuk menginternalisasi nilai-nilai kejuangan dan kemuhammadiyahan dalam diri para siswa.
”Anak-anak memakai kostum sesuai dengan pahlawan yang mereka contoh. Ada yang memakai pahlawan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Jenderal Soedirman, Ir. Sukarno, dan masih banyak lagi. Melalui kreativitas cosplay pahlawan nasional ini, harapannya dapat menanamkan nilai-nilai perjuangan sejak dini,” bebernya.
Muhdiyatmoko berharap nilai-nilai nasionalisme tertanam sejak duduk di bangku sekolah. Sehingga anak-anak sebagai calon pemimpin bangsa, semakin bertambah kecintaannya terhadap pemimpin bangsa dan tanah air. (aya/adi) Editor : Damianus Bram