Pemberian gelar dilakukan pada Sidang Senat Terbuka Penganugerahan Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa (Dr.HC) Bidang Seni Penciptaan Film kepada Garin Nugroho Riyanto, S.H.
“ISI Surakarta bangga dan bersyukur karena kampus yang sudah berusia 58 tahun ini baru pertama kali memberikan gelar kehormatan Honoris Causa,” jelas Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna dalam sambutannya, Selasa (6/12).
Gelar kehormatan ini, khusus diberikan kepada seseorang yang sudah berjasa, berkarya, dan telah memberi sumbangsih yang besar untuk bangsa dan negara.
“Keleluasaan pribadi dan seni telah membawa Garin kepada poin-poin yang lebih luas, tidak sekadar urusan seni. Garin adalah seniman, budayawan, pemikir, penulis, sutradara, dan aktivis sosial dengan label jejaring pertemanan yang cukup unik,” sambungnya.
ISI memberikan gelar terhormat ini kepada Garin, jelas bukan tanpa alasan. Dia adalah salah seorang sosok yang ikut menciptakan karya, dan mengabdikan diri pada kultural kebudayaan.
Meskipun bergerak dalam bidang film, Garin adalah sosok yang atraktif, dan inovatif. Dia hadir dalam berbagai ranah kesenian, seperti karawitan, tari, tembang, dan lagu.
“Dalam setiap karyanya, dia selalu menghadirkan narasi yang menggambarkan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dia juga mengajak masyarakat yang menikmati karyanya berpikir dan paham apa yang tersaji. Dan biasanya memang terjadi dalam masyarakat kita. Karya Garin adalah ensiklopedia penciptaan seni,” ujar rektor.
Garin juga bahkan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Di dunia akademis, dia mengajar di Pascasarjana ISI Surakarta, untuk Program Studi Seni Program Magister (S2) dan Program Studi Seni Program Doktor (S3). Hal inilah yang membuat Garin cukup pantas menerima gelar doktor kehormatan ini.
Dalam pembacaan pidato ilmiahnya, Garin menyampaikan proses kreasi seni memiliki padanan dengan proses ilmu pengetahuan. Terdapat aktivitas, pengetahuan, dan prosedur sebagai rangkaian langkah dan cara yang disebut metode.
“Proses penciptaan yang saya alami, senantiasa bermula dari keterlibatan seluruh indra pada suatu objek tertentu yang kompleks. Yakni menuju proses menemukan ide, tema, atau emosi estetik tertentu yang terkadang abstrak. Ini menjadi dasar proses elaborasi dan analisa,” tutur Garin.
Pada penyerahan gelar kehormatan ini, hadir beberapa artis sahabat Garin di dunia film, diantaranya Reza Rahadian, Widi Mulia, Prilly Latuconsina, Morgan Oey, hingga Nicholas Saputra.
Gelaran tersebut juga dihadiri oleh seluruh jajaran akademisi ISI Surakarta. Pemberian penghargaan ini mendapat apresiasi besar oleh beberapa rektor dari kampus kesenian di Indonesia. Antara lain dari ISBI Papua, Institut Seni Indonesia Jakarta (IKJ), hingga ISI Jogjakarta. (mg1/mg3/ian/nik) Editor : Damianus Bram