Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SMAN 1 Surakarta, Berkomitmen Kembangkan SDM Siswa dan Terus Berprestasi

Damianus Bram • Jumat, 16 Desember 2022 | 16:30 WIB
KREATIF: Siswa SMAN 1 Surakarta menggelar festival gelar karya di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah, Rabu (14/12). (BRYAN PUTRA PRANANDA/RADAR SOLO)
KREATIF: Siswa SMAN 1 Surakarta menggelar festival gelar karya di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah, Rabu (14/12). (BRYAN PUTRA PRANANDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – SMAN 1 Surakarta (Smansa) menggelar HUT ke-73. Acara puncak digelar di halaman sekolah setempat, Kamis (15/12). Digelar dalam format acara senam dan jalan sehat bersama, disambut dengan pemotongan tumpeng yang ikut dihadiri oleh direksi PLN.

“Tentunya usia yang tidak muda lagi, semoga kami bisa selalu  menelurkan berbagai prestasi,” ungkap Kepala SMAN 1 Surakarta Yusmar Setyobudi kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (15/12).

Tidak hanya menelurkan prestasi, alumni dari Smansa juga berhasil menduduki jabatan penting saat ini.

Sekolah ini mengusung slogan “Tiada Hari Tanpa Prestasi”. Slogan tersebut dijalani dengan langkah yang tepat untuk kemajuan siswa di sekolah ini. Smansa tentu berupaya para siswanya yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di sekolah mereka, bisa menembus perguruan tinggi impiannya.

“Setiap Senin, anak-anak kelas 12 itu ada pembelajaran dan pelatihan untuk menghadapi masuk perguruan tinggi. Kelas 11 dan kelas 10 juga ada yang namanya GLS (gerakan literasi sekolah) dan PPK (penguatan Pendidikan karakter) di setiap Senin. Setiap akhir semester, para siswa tentu diwajibkan membuat karya. Baik berupa artikel, ataupun puisi,” tuturnya.

Di luar sekolah, para siswa juga potensinya ditempa. Salah satunya dengan diikutkan dengan berbagai kejuaraan, termasuk Olimpiade.

Dalam acara ini PLN memberi bantuan berupa membangun ruang podcast untuk sekolah ini. “Nanti kami akan punya program membuat studio broadcast. Di mana di situ bisa dipakai untuk podcast yang bisa diisi bergiliran. Nanti kami juga akan buat semacam diklat, seperti untuk bisa menjadi seorang presenter yang bisa mewawancarai tokoh-tokoh,” ujarnya.

Sehari sebelumnya (14/12), dalam rangkaian HUT Smansa ke-73 digelar festival gelar karya di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah. Mengangkat tema kearifan lokal dalam penguatan profil pelajar Pancasila.

Dalam festival ini, setiap siswa per kelas menampilkan sajian pertunjukannya. “Ini adalah sebuah festival unjuk karya.  Kami mengambil tema kearifan lokal. Elemen yang dipilih adalah membangun kreativitas, gotong royong, saling menghargai, dan hal-hal yang lain,” ungkap Arni, ketua panitia festival ini.

Dalam festival ini juga digelar kelas inspiratif. Selaku pemateri, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn, memberikan ilustrasi secara umum bahwa pengembangan kearifan lokal merupakan sebuah pegangan. Ini bisa dijadikan strategi guna menjawab persoalan di kemudian hari. Oleh karena itu industri kreatif harus bisa dikembangkan dengan maksimal oleh semua pihak.

“Dengan festival ini, saya pikir mereka banyak yang sudah mengungkapkan kearifan lokal melalui seni. Karena memang benar, seni itu adalah sebuah ekspresi untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal,” tutur pria yang juga Kasmaji (julukan alumni SMAN 1 Surakarta) tersebut. (mg2/nik) Editor : Damianus Bram
#Smansa #HUT SMAN 1 Surakarta #sman 1 surakarta