Sejatinya perpanjangan secara simbolis sudah digeber sejak Desember lalu. Namun realisasi tanda tangan kontrak baru dilakukan sepekan terakhir. Mengingat jumlahnya hingga ribuan orang, maka proses tanda tangan dijadwalkan bergiliran.
“TKPK yang sudah perpanjang kontrak kerja, diminta terus meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing. Mayoritas masih muda, jadi harus lebih kreatif dan bersemangat dalam mengembangkan kompetensinya untuk dunia pendidikan,” pesan Sekretaris Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Almasah.
Haris menambahkan, tidak ada TKPK yang dipecat. Semua TKPK yang ada, telah diajukan untuk perpanjangan setahun. Mengingat kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan di Kota Bengawan cukup banyakj.
“Semuanya aman dan diperpanjang. Sudah kami evaluasi, secara umum semuanya memenuhi standar kriteria yang diminta dinas pendidikan,” imbuhnya.
Humas Disdik Kota Surakarta Joko Purwanto menyebut, tanda tangan pegawai di luar kantor disdik digelar di aula lantai 3. Dimulai sejak 4-11 Januari. Diawali guru PAUD, dilanjutkan guru SD, hingga SMP.
“Kalau guru-guru SD sudah minggu lalu. Hari ini (kemarin) terakhir untuk guru SMP. Karena jumlahnya banyak, kami buat penjadwalan agar tidak semrawut,” ungkapnya.
Sementara itu, TKPK salah satu SDN Anik Widyawati mengaku lega sudah teken kontrak. Mengingat dia sempat waswas menunggu momentum ini. Apalagi sempat muncul kabar penghapusan TKPK alias tenaga honorer oleh pemerintah pusat per November mendatang.
“Alhamdulilah sudah lega. Tanda tangan dipandu langsung oleh staff GTK (guru tenaga kependidikan) dari dinas. Jadi lebih mudah prosesnya,” ujarnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram