Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cetak Lulusan SMK Unggul, Butuh Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Damianus Bram • Kamis, 2 Maret 2023 | 16:30 WIB
VOKASI: Pameran gelar karya siswa di salah satu SMK negeri di Kota Solo, kemarin (1/3). Mencetak lulusan berkompeten, SMK wajib menyelaraskan kurikulum dengan dudika. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
VOKASI: Pameran gelar karya siswa di salah satu SMK negeri di Kota Solo, kemarin (1/3). Mencetak lulusan berkompeten, SMK wajib menyelaraskan kurikulum dengan dudika. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Mencetak lulusan SMK yang unggul, butuh keselarasan antara kurikulum dengan dunia industri. Maka SMK didorong untuk terus berinovasi dalam pembelajaran, menyesuaikan perkembangan dunia industri. Termasuk diberi kebebasan mencari link and match dengan  rekanan industri, yang sesuai kompetensi dan tujuan sekolah tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno menjelaskan, SMK harus rajin memperbaiki pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan industri. “Sehingga lulusan SMK mudah terserap ke dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (dudika) setelah lulus nanti,” bebernya.

Pengurus Konsorsium Pengusaha Republik Indonesia Primadi Serad menambahkan, program revitalisasi bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum sekolah vokasi dengan kebutuhan industri. Termasuk tujuan besarnya adalah menggerakkan roda perekonomian.

“Sebenarnya bukan SMK yang butuh industri. Tetapi industri yang butuh SMK. Maka dari kolaborasi ini, kurikulum selaras dengan perkembangan industri. Agar nantinya anak-anak lulusan SMK, bisa sesuai dengan kebutuhan industri,” bebernya.

Sementara itu, penyusunan kurikulum di SMK berbeda dengan sekolah lainnya. Harus diselaraskan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Maka dalam proses pembelajarannya, selalu melibatkan dunia industri.

Nah, penyelarasan kurikulum ini juga dibarengi peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Para tenaga pendidik dilatih, agar kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi antara industri dan tenaga pendidik inilah yang digenjot untuk memaksimalkan penyelarasan kurikulum di SMK.

“Jadi dalam proses penyusunan kurikulum, kami mengundang praktisi dari industri. Penyesuaian kurikulum SMk juga dilakukan secara kontinyu. Sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti perkembangan industri,” ujar Kepala SMKN 4 Surakarta Sri Ekowati.

Melalui program teaching factory, para siswa SMK dilatih untuk memiliki soft skills dan hard skills yang nyata. Sehingga langsung bisa dinilai langsung dunia industri.

“Kami sering mendatangkan praktisi dari industri. untuk memberikan materi secara langsung kepada siswa. Juga membuka kegiatan magang di perusahaan. Agar siswa memiliki pengalaman dan pemahaman nyata tentang dunia industri,” katanya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Daya Serap Lulusan SMK #Kurikulum SMK #Kebutuhan Industri #Lulusan SMK #Selaraskan Kurikulum SMK