Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proteksi Anak dari Kekerasan Seksual, Perketat Pengawasan Ekskul di Luar Sekolah

Damianus Bram • Selasa, 4 April 2023 | 14:50 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual. (JawaPos.com)
Ilustrasi kekerasan seksual. (JawaPos.com)
RADARSOLO.COM – Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kota Bengawan. Pelakunya seorang instruktur bela diri terhadap sejumlah anak didiknya. Kondisi tersebut mematik reaksi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, dengan meminta orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap buah hatinya.

Kepala Disdik Kota Surakarta Dian Rineta menjelaskan, kasus pencabulan dialami sejumlah anak di bawah umur, saat mengikuti kegiatan bela diri di luar lingkungan sekolah. Meskipun ekstrakurikuler (ekskul) di luar sekolah tersebut sangat positif, namun di balik itu juga rawan munculnya kekerasan seksual terhadap anak.

“Kami akan memperketat pelaksanaan ekskul yang berada di luar jangkauan sekolah. Serta mengingatkan kembali kepada para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra dan putrinya,” ucap Dian, Senin (3/4/2023).

Pendidik di sekolah nonformal Nur Annisa menambahkan, maraknya kasus kekerasan seksual lantaran minimnya pengawasan dari orang tua. Selain itu, sekolah juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada para generasi muda. Supaya terhindar dari kegiatan yang merugikan.

“Memang cukup mengkhawatirkan. Entah ini pendidikannya yang salah, atau memang zamannya sudah berubah. Namun yang jelas, orang tua dan sekolah harus membentengi anak dari tindakan-tindakan negatif tersebut,” bebernya.

Dosen Pendidikan Guru (PG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Novita Eka Nurjanah menyebut, edukasi seksual harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Melalui diskusi ringan, maupun permainan. Agar anak lebih memahami pentingnya seksualitas, sebagai bagian dari kesehatan tubuh.

Edukasi seksual bagi anak, bukan sekadar hubungan badan antara pria dan wanita. Namun juga personal hygiene dan safety, pemahaman identitas gender yang konstan, serta pemahaman gender yang berkesetaraan dan berkeadilan.

“Pendidikan seksual penting dilakukan oleh pendidik PAUD dan orang tua, melalui edukasi yang menarik dan menyenangkan. Bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana. Seperti menjelaskan perbedaan jenis kelamin, asal bayi, kehamilan, sampai proses kelahiran,” papar Eka.

Sementara itu, maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini, tidak lagi mengancam para remaja. Eksploitasi seks pada anak di bawah umur, nyatanya juga sering terjadi. Ironisnya, para pelakunya mayoritas orang-orang, bahkan keluarga korban sendiri.

“Harus diberikan edukasi untuk guru dan orang tua, bahwa pendidikan seksual itu penting. Kewajiban semua orang. Dengan sex education sejak dini, akan menyelamatkan anak dari predator seksual,” bebernya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Proteksi Anak #Dinas Pendidikan Kota Surakarta #Ekstrakurikuler #Kekerasan Seksual Anak #kekerasan seksual #ekskul