Tidak semua ABK memiliki perilaku yang sama dan patuh dengan aturan-aturan ketat dunia pendidikan formal di sekolah inklusi. Bagi guru, menangani ABK butuh tenaga dan kesabaran ekstra. Termasuk metode dan strategi yang sesuai kebutuhan ABK. Tak jarang, ABK butuh shadow teacher untuk membantu memahami informasi yang disampaikan guru.
“Di sini guru pendamping khusus (GPK) hanya satu. Jadi beberapa orang tua menyediakan shadow teacher. Itupun atas inisiatif orang tua masing-masing. Jadi anak-anak (ABK) ini kalau menerima informasi, membutuhkan satu guru pembimbing di sampingnya,” terang GPK SD Nayu Barat II Surakarta Alit Martaningrum, kemarin.
Keterbatasan GPK membuat sekolah harus menggunakan metode full out. Memberikan jam tambahan pembelajaran di luar kelas, bagi siswa ABK kelas I-VI. Tujuannya untuk mengajar ketertinggalan ABK dalam menyerap materi pembelajaran.
“Karena hanya ada satu GPK, tidak mungkin masuk ke semua kelas. Jadi kami pakai metode full out. Jadi ABK ini kadang belajar di dalam dan di luar kelas. Karena kami sekolah inklusi, beda dengan SLB yang punya guru khusus untuk ABK,” imbuhnya.
Kepala SDN Nayu Barat II Surakarta Wahyu Ratnawati menambahkan, penanganan siswa ABK berbeda. Sebagai sekolah inklusi, terus berupaya memfasilitasi kebutuhan ABK. Sesuai tujuan Kurikulum Merdeka, yakni membuat siswa bahagia di sekolah dengan pembelajaran yang berdiferensiasi.
“Di sekolah kami banyak siswa inklusi, pindahan dari sekolah lain. Karena sekolah yang dulu tidak bisa menangani, kemudian ke sini. Sebelumnya sudah berkoordinasi dulu dengan guru, siap tidak menerima siswa ABK? Orang tuanya juga kami beri pengertian. Dan siswa di tes asesmen dulu untuk mengetahui peminatannya,” paparnya.
Dari tes tersebut, akan diketahui metode pembelajaran apa yang sesuai. Sebagai contoh, setelah dites ada ABK yang sudah dan ada yang belum bisa membaca. Termasuk ada yang disleksia.
“Selain siswa ABK, kami juga merangkul orang tuanya. Mereka mendapatkan pembelajaran khusus dalam menangani ABK,” ujarnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram