“Cabor sepak bola dan bola voli ini banyak sekali peminatnya. Namun, kuota memang sedikit jadi memang sangat ketat persaingannya. Saat ini saya juga sudah banyak masyarakat yang bertanya terkait pembukaan SKO, tapi kami masih menunggu juknis resmi dari disdik,” ungkap panitia PPDB SKO dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta Sugeng Haryadi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Selain dua cabor itu, cabor lainnya yang akan dibuka dalam PPDB SKO 2023 adalah atletik, renang, tenis, tenis meja, panahan, taekwondo, pencak silat, karate, anggar dan judo.
Berdasarkan seleksi tahun-tahun sebelumnya cabor sepak bola dan bola voli masih menjadi primadona. Pihaknya juga memprediksi bahwa, khusus dua cabor tersebut persaingan akan semakin ketat. Diketahui untuk tahun ini, SKO membuka PPDB perdana dengan menyediakan kuota 64 kursi bagi calon siswa.
Sertifikat kejuaraan cabor yang dimiliki calon siswa tentu dapat menunjang nilai plus, namun hasil tes seleksi tetap menjadi penentu lulus tidaknya mereka di SKO nantinya.
Sugeng menyampaikan, calon peserta didik wajib mengikuti beragam tes untuk bisa lolos menjadi siswa SKO. Mulai dari tes kesehatan, fisik umum, tes psikologi, hingga tes kemampuan khusus untuk cabor yang dipilih. Hasil tes jadi dasar penilaian nantinya.
“Jadi yang perlu disiapkan itu selain administrasi, ya fisiknya juga harus kuat. Karena banyak tes, nantinya pasti akan membutuhkan stamina yang prima. Tesnya itu ada kecepatan, kelincahan, dan tes-tes lainnya sesuai dengan cabor yang dipilih,” ucapnya.
Selain hasil tes, Sugeng mengatakan sertifikat kejuaraan pada cabor tertentu yang dimiliki calon peserta juga dapat menjadi pertimbangan lolos tidaknya siswa ke SKO. Sertifikat kejuaraan pada cabor tersebut juga dapat menambah nilai siswa dalam seleksi PPDB SKO.
Walau begitu pihaknya tidak menutup kemungkinan bagi siswa yang tidak memiliki sertifikat tetapi kompeten dalam cabor tertentu juga akan diterima.
“Sertifikat itu bisa sebagai pertimbangan kami, tapi bagi siswa lain yang tidak punya namun ternyata setelah dites sangat kompeten, juga memiliki peluang diterima cukup besar. Seleksi tahun ini kami juga melibatkan expert cabor dari FKOR UNS untuk membantu menilai,” ungkapnya.
Ditemui di tempat berbeda, Koordinator PPDB Disdik Surakarta Abi Satoto mengatakan, seleksi PPDB SKO sepenuhnya akan dikerjakan oleh dispora. PPDB SKO tahun ini menjadi perdana yang sebelumnya dari kelas khusus olahraga (KKO). Sebanyak 64 calon siswa SKO nantinya juga akan menempati gedung baru di eks SMPN 3 dan SMPN 5 yang saat ini tengah dibangaun.
”Kami buka dua rombel, masing masing 32 siswa setiap rombelnya. Terkait aktivitas pembelajaran akan dilaksanakan oleh disdik, sedangkan aktivitas latihan olahraganya akan dilaksanakan oleh dispora, termasuk seleksi PPDB SKO tahun ini,” ujarnya. (ian/nik/dam) Editor : Damianus Bram