Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SKO Numpang di SMPN 1 Solo, Pembangunan Ditarget Kelar Akhir Tahun

Damianus Bram • Kamis, 8 Juni 2023 | 14:00 WIB
DIKEBUT: Pekerja mengusung material di lahan SKO, Rabu (7/6/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
DIKEBUT: Pekerja mengusung material di lahan SKO, Rabu (7/6/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di SMP Khusus Olahraga (SKO) Surakarta, sudah dibuka 5-9 Juni. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SKO terbilang tinggi. Sayangnya, gedung SKO yang menempati eks SMPN 3 dan SMPN 5 Surakarta belum selesai dibangun. Solusinya, pada tahun ajaran baru 2023/2024 ini siswa SKO masih menumpang di SMPN 1 Surakarta.

Koordinator SKO dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta Sugeng Haryadi menjelaskan, pembelajaran siswa baru tetap dilaksanakan SMPN 1 Surakarta. Beberapa tahun sebelumnya, SMP ini melayani pendidikan bagi siswa kelas khusus olahraga (KKO). Sedangkan untuk latihan rutin, dilaksanakan di kompleks Stadion Manahan dan kantor dispora.

“Bedanya, 115 siswa SKO nanti kalau pagi ikut apel pukul 05.00. Kemudian latihan dulu di Manahan. Setelah itu baru masuk ke kelas pada jam pelajaran ketiga. Selesai pelajaran, lanjut latihan sore,” ungkap Sugeng, Rabu (7/6/2023).

Sugeng menyebut siswa SKO disiapkan khusus menjadi atlet potensial bagi Kota Bengawan di masa depan. Maka kesehatan dan perkembangan siswa SKO sangat diperhatikan. Ditunjang sarana-prasarana (sarpras) olahraga mumpuni. Termasuk asupan gizi seimbang. Bahkan dispora juga mendatangkan ahli gizi, untuk membantu pemenuhan nutrisi para siswa saat berlatih.

“Bisanya pagi hari diberi snack seperti telur ayam rebus, roti, ditambah susu atau yogurt. Dikonsumsi sebelum mereka latihan pagi. Sorenya diberi asupan makanan ringan, misal jus buah dan roti setelah latihan. Semua sudah kami siapkan. Tidak heran anggaran untuk SKO cukup tinggi,” imbuh Sugeng.

Di sisi lain, pembangunan SKO ditarget kelar akhir tahun ini. Rehabilitasi diprioritaskan pada penambahan gedung dan lapangan terbuka untuk olahraga.

“Tidak dibangun total, karena gedung (eks SMPN 3 dan SMPN 5 Surakarta) masih bagus. Hanya rehabilitasi beberap ruang kelas. Termasuk penambahan gedung untuk fasilitas olahraga. Beberapa sudah kami ratakan untuk dibanguan ruang kelas baru sesuai kebutuhan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dian Rineta.

Hasil studi tiru di SKO SMP/SMA Negeri Ragunan Jakarta, tahun lalu, rehabilitasi SKO diprioritaskan penambahan ruang-ruang terbuka untuk olahraga. Sedangkan rehabilitasi sarpras olahraga menyesuaikan standar yang sudah ditentukan.

Insya Allah akhir tahun ini sudah siap. Tempatnya masih sama, di eks gedung SMPN 3 dan SMPN 5 Surakarta,” papar Dian.

Ditanya rencana pembangunan SMA khusus olahraga, Dian mengaku tidak ada masalah. Pemkot Surakarta sudah menyediakan lahan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, yang masih satu kompleks dengan SKO. Meskipun lahannya kurang dari syarat pendirian SMA, yakni 7.000 hektare.

“Nanti SKO satu rangkaian dari SMP sampai SMA. Karena pendidikan yang baik, harusnya berjenjang. Sehingga bisa terlihat arahnya mau kemana? Tahun ini kami start yang SMP dulu, untuk SMA sambil jalan,” bebernya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#PPDB SKO #Dispora Kota Surakarta #SMP Khusus Olahraga #SMPN 1 Surakarta #SKO