Nah, lantaran anaknya terdepak dari sistem zonasi jenjang SMAN di Solo, orang tua salah satu calon siswa lantas mengadu ke Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Iin, orang tua dari calon siswa Rizki Krisnanto berupaya mencari kejelasan atas nasib anaknya itu lantaran hingga saat ini anaknya belum diterima di satu pun sekolah. Apalagi PPDB jenjang SMAN/SMKN telah tutup sejak 27 Juni lalu. Dia berharap ada solusi yang diberikan pemerintah atas nasib anaknya.
"Mau minta solusi karena anak saya kan tetap harus sekolah," kata dia kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (3/7).
Iin merasa ada sejumlah keanehan yang terjadi saat melakukan PPDB online belum lama ini. Sesuai zonasi yang berlaku, anaknya mestinya masuk di zonasi SMAN 4 Solo. Sebab, jarak dari rumahnya di Sidorejo, Banjarsari ke sekolah tersebut hanya 870 meter. Mestinya anaknya bisa masuk karena pada batas akhir PPDB online peringkat siswa terakhir menunjukkan 984 meter untuk jarak rumah siswa ke sekolah.
"Pagi itu jarak rumah ke sekolah masih 870 meter, sorenya jadi 1.500 meter. Nah ketika penutupan dilihat namanya sudah hilang," beber dia.
Sejauh yang diketahui Iin, sistem PPDB menyediakan sekolah pengganti jika siswa tidak diterima di sekolah pilihannya. Sayangnya, hingga saat ini belum ada sekolah pengganti untuk putranya tersebut. Oleh karena itu, dia berupaya mencari kejelasan mengingat saat ini peserta didik baru harus segera daftar ulang. Sementara anaknya belun dapat sekolah sampai hari ini.
"Waktu daftar kan ada sistem. Katanya kalau tidak diterima di SMA pilihan mau dicarikan lewat sistem. Saya tanya katanya tidak ada pilihan lain," kata dia.
Keluhan Iin telah dicatat oleh Pemkot Solo. Selanjutnya, Iin dan keluarga diarahkan untuk konsultasi ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng guna menindaklanjuti kejadian tersebut.
Iin berharap segera ada sekolah pengganti untuk anaknya mengingat tahun ajaran baru akan dimulai dalam waktu dekat. "Katanya suruh ke bakorwil (kantor cabdin VII, Red)," kata Iin.
Wali Kota Gibran Rakabuming menegaskan, pihaknya bakal menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait sistem PPDB online dan zonasi tersebut. Dia mengakui ada sejumlah kendala dalam sistem tersebut. Upaya perbaikan akan terus dilakukan.
"Kami tindak lanjuti terus. Yang tidak diterima SMA negeri bagaimana? Ya ke swasta dulu. Tapi tahun depan saya sudah komitmen. Gubernur juga pasti akan mendukung untuk penambahan SMA negeri di wilayah Laweyan," beber Gibran. (ves/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria