RADARSOLO.COM – Tahun ajaran baru akan dimulai hari ini. Ironisnya, beberapa sekolah dasar negeri (SDN) di Solo hanya memiliki segelintir siswa. Bahkan ada sekolah yang hanya mendapat satu siswa. Namun, sekolah menjamin guru yang mengajar tetap totalitas.
“Tetap kami layani semaksimal kami, meskipun hanya dua anak,” ujar Kepala SDN Tumenggungan, Banjarsari, Leliy Maria, Minggu (16/7/2023).
Menurut dia, sedikit banyaknya jumlah siswa yang mendaftar di sekolahnya tidak akan memengaruhi semangat guru dalam memberikan pembelajaran. Guru tetap melayani secara maksimal. Justru dengan jumlah siswa sedikit pembelajaran lebih fokus.
“Tidak kemudian siswanya hanya sedikit kami down semangat mengajarnya. Justru malah seperti privat,” imbuhnya.
Sampai masa pembelajaran tahun ajaran baru 2022/2023, Leliy Maria menyebutkan, hanya baru ada dua siswa yang mendaftar. Namun dia menegaskan, jika masih ada anak warga Solo yang belum mendapatkan sekolah bisa mendaftar ke sekolahnya.
“Sampai saat ini siswa kami hanya dua, satu dari jalur zonasi dan satu dari afirmasi. Belum ada penambahan,” kata Leliy.
Dia menyatakan, para guru sudah berusaha mendapatkan banyak siswa. Salah satunya dengan mendatangi lembaga masyarakat seperti Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Banjarsari untuk mencari siswa. Namun, diakuinya siswa yang siap masuk sekolah memang sudah tidak ada.
“Kami datangi itu PKK dan kelurahan untuk mensosialisasikan pendaftaran, atau istilahnya mencari siswa untuk sekolah. Tetapi memang siswanya yang tidak ada,” ungkapnya.
Senada, Kepala SDN Nayu Barat 1 Surakarta Sri Sumiwi Inawangsih mengatakan, kegiatan pembelajaran akan tetap berjalan sesuai dengan mestinya. Diketahui jumlah siswa di SDN Nayu Barat 1 Surakarta juga tidak lebih dari 10 siswa. Meski demikian pihak sekolah menjamin siswa akan tetap memberikan pembelajaran yang maksimal.
“Kami pasti memberikan pembelajaran yang maksimal, meskipun siswanya hanya sedikit. Sebagian besar sudah masuk ke SD swasta,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Abdul Haris Alamsah menyampaikan, jumlah siswa tidak akan berpengaruh pada proses pembelajaran di sekolah. Para siswa akan tetap mendapatkan hak-haknya sebagai peserta didik. Guru juga wajib memberikan pembelajaran yang maksimal bagi para peserta didik.
“Tidak masalah. Jika siswanya hanya dua, pembelajaran tetap akan berjalan seperti biasanya. Tidak ada kendala, kami jamin semua anak di Solo akan mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya,” ucapnya.
Sebelumnya, Haris juga menyatakan bahwa disdik sudah mulai menyoroti beberapa SD yang diprediksi bakal minim siswa. Haris menyebut, telah mengumpulkan pengawas sekolah untuk dimintai data dan rekomendasi terkait hasil PPDB 2023. Bagi sekolah yang saat ini minim siswa diimbau tetap memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal bagi calon peserta didik sambal menunggu kebijakan selanjutnya.
“Sementara akan seperti ini dulu. Nanti beberapa SD juga sudah masuk pada radar regrouping kami. Tetapi, tentu masih perlu ada analisis dulu,” ujar dia. (ian/bun)
Editor : Damianus Bram