RADARSOLO.COM – Mengenakan seragam Pramuka, puluhan siswa SD di Kota Solo gelar doa bersama di Stasiun Solo Balapan, Kamis (20/7/2023). Mereka turut berduka atas kecelakaan yang melibatkan KA Brantas dan truk di Semarang belum lama ini.
Selain berdoa, dengan didampingi guru, mereka membawa bunga bertuliskan “Duka Kita Semua” untuk diserahkan kepada perwakilan pengelola Stasiun Solo Balapan.
“Kami berharap tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari, dan semua mendapat perlindungan,” ujar Kurlina, guru SDN Madyotaman, Banjarsari, Kurlina.
Dengan mengajak siswa berdoa bersama di Stasiun Solo Balapan, kata Kurlina, sekaligus mengedukasi mereka tentang keselamatan transportasi.
Menurutnya penting memberikan pemahaman tertib lalu lintas sedini mungkin, sehingga siswa terbiasa dengan perilaku disiplin dan tertib.
“Kami berharap anak-anak dapat menjadi penggerak keselamatan transportasi. Selalu disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Kurlina.
Sementara itu, Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan Heru Sunandar mewakili Manajer Humas Daerah Operasi Jogja KAI Franoto Wibowo mengapresiasi kegiatan tersebut.
Edukasi terkait taat lalu lintas menurutnya penting diberikan pada anak sejak dini.
“Memang perlu edukasi tentang tertib perjalanan kereta api di perlintasan, untuk lebih berhati hati ketika melintasi pintu perlintasan,” katanya.
Ditekankan Heru, keselamatan tranportasi, khususnya perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI. Tapi juga masyarakat yang patuh peraturan lalu lintas.
Kecelakaan KA di Semarang, imbuhnya, menjadi refleksi bersama untuk taat dan tertib mematuhi rambu lalu lintas.
“Terima kasih atas perhatian dan doa agar perjalan kereta api dapat lancar aman selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (ian/wa)
Editor : Damianus Bram