Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Anak Ditinggal Orang Tua Merantau: Komunikasi Jangan Sampai Terputus

Ahmad Khairudin • Minggu, 30 Juli 2023 | 19:29 WIB
MENCARI KECERIAAN: Anak bermain di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, belum lama ini.
MENCARI KECERIAAN: Anak bermain di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, belum lama ini.

RADARSOLO.COM - Meski sibuk bekerja di luar kota, orang tua harus tetap menjaga komunikasi dengan anak-nya. Mereka wajib tetap memantau perkembangan anaknya, walau dari jarak jauh.

Ada banyak anak yang ditinggal bekerja orang tuanya di luar kota. Mereka terpaksa ditinggal di kota kelahirannya, dan saat ini harus diasuh oleh seseorang terpercayanya.
Semisal hanya ayah anak yang merantau, pola asuh akan diberikan kepada ibunya. Namun, ayah tak boleh tangan begitu saja. Begitu juga sebaliknya. Termasuk saat kedua orang tuanya merantau bersama, dan sang anak ditinggal untuk dititipkan ke keluarganya.

"Saat di perantauan harus rutin menghubungi anaknya. Walaupun dengan komunikasi jarak jauh. Ini untuk menjaga ikatan dengan anak,” ungkap Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas PPKB P3A Wonogiri Indah Kuswati, Jumat (28/7).

Di zaman modern ini komunikasi dipermudah dengan perkembangan teknologi. Misalnya dengan video call dengan si anak.

Andai terpaksa semisal kedua orang tua anak merantau dan tak bisa ikut dibawa karena antisipasi kesibukan yang akan dialami, anak bisa menitipkan ke orang yang memiliki kemampuan mengasuh anak. Bukan berarti bisa saja dititipkan ke nenek atau kakek si anak, bisa juga ke anggota keluarga lain yang punya kemampuan mengasuh.

"Yang terpenting, anak tidak kehilangan figur orang tuanya. Semisal ditinggal bersama neneknya, jangan peran orang tua dilimpahkan seluruhnya ke neneknya," tuturnya.

Komunikasi dengan anak juga harus tetap terjaga dan perkembangan anak harus terpantau secara berkala. "Ikatan orang tua dan anak tidak lepas. Perkembangan anak juga terpantau. Orang tua tidak boleh lepas dalam pengasuhan anak," tutur Indah.

Lalu apa dampaknya jika komunikasi dengan anak dan orang tua akhirnya berjalan kurang lancar? Indah menuturkan, bisa terjadi hilangnya hubungan emosional dan kepekaan. Padahal, hal itu sangat penting.

Indah mencontohkan, saat anak memiliki permasalahan, tingkahnya bisa berubah. Saat orang tua memiliki kepekaan, maka tanda-tanda itu bisa terbaca.

"Komunikasi memperkuat hubungan emosional anak dan orang tua. Saat ada kepekaan, kondisi anak bisa diketahui orang tua. Kalau ada masalah, si anak nampak berbeda, maka orang tua bisa melakukan langkah-langkah penanganan," pungkas Indah. (al/nik)

Editor : Damianus Bram
#parenting #anak ditinggal orang tua #komunikasi dengan anak #Orang Tua Merantau