RADARSOLO.COM - Penggunaan obat secara tidak tepat tanpa informasi yang akurat dan memadai dapat menyebabkan masalah baru bagi kesehatan.
Hal serupa kerap terjadi di sejumlah sekolah, dimana guru pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) kerap menghadapi siswa atau guru lainya yang mengalami sakit, namun masih minim informasi penggunaan obat.
Kondisi ini mengugah Dosen Farmasi Universitas Duta Bangsa (UDB) untuk melakukan edukasi di SDN 06 Palur. Tim Pengabdian Masyarakat UDB melakukan pelayanan informasi obat berupa swamedikasi dan edukasi kepada siswa dan guru pengelola UKS di sekolah setempat.
Edukasi dari para apoteker ini diharapkan menambah pengetahuan dan informasi masyarakat terkait teknik penggunaan obat, tetapi tidak mempengaruhi sikap masayarakt terhadap teknik penggunaan obat.
Pada pelaksanaan pengabdian ini bertujuan agar guru pengelola UKS dan siswa SDN 06 Palur mampu mengelola obat dengan baik dan benar serta menambah pengetahuan tentang penggolongan obat dan bentuk sediaan.
Sedangkan manfaat dari pengabdian ini agar derajat kesehatan di lingkungan sekolah lebih meningkat. Target yang dicapai adalah peningkatan pemahaman guru pengelola UKS dan siswa SDN 06 Palur di Mojolaban, Sukoharjo dengan cara mendapat, menggunakan, menyimpan dan membuang obat (DAGUSIBU).
Selain DAGUSIBU dosen farmasi UDB juga melakukan swamedikasi serta pengenalan penggolongan obat kepada siswa dan guru pengelola UKS. Antusiasme para siswa dalam pengabdian ini menambah motivasi Tim Dosen untuk lebih melakukan hal yang bermanfaat dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. (rls)
Editor : Damianus Bram