Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Siswa SMK Perlu Sentuhan Industri Lewat Praktisi Mengajar

Septian Refvinda Argiandini • Senin, 6 November 2023 | 16:33 WIB
ASAH SKILL: Salah seorang siswa SMK Tengah menyelesaikan karya yang dibuatnya di sekolah.
ASAH SKILL: Salah seorang siswa SMK Tengah menyelesaikan karya yang dibuatnya di sekolah.

RADARSOLO.COM  Agar lebih terarah dan alumninya cepat dapat pekerjaan, Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah mendorong talenta-talenta siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo mendapatkan sentuhan dari industri.

Salah satunya lewat program praktisi industri mengajar. Di sini pembelajaran SMK akan lebih dekat dengan industri. 

“Kami sudah koordinasikan dengan pengawas dan kepala sekolah kalau SMK yang jurusan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan di daerah, harus di-upgrade. Karena buat apa juga, kalau lulusannya kesulitan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari di SMK,” ucap Kasi SMK Cabdin Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Pangarso Yuliatmoko.

Selain itu, untuk meningkatkan serapan lulusan SMK, bursa kerja khusus (BKK) ikut digelar. Tujuannya untuk menyalurkan lulusan dari pendidikan vokasi ke perusahaan.  

“Kerja sama dengan dunia industri diharapkan nantinya, lulusan SMK bisa langsung terserap di dunia industri. Hampir semua jurusan sudah ada di Solo, mulai dari kesehatan, seni budaya, otomotif, pariwisata, tata busana, hingga tata boga,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, saat ini pendidikan vokasi di Solo makin digemari. Hal ini karena kesempatan kerja yang lebih terbuka dan tersedia.  

“Saat ini yang paling sering terlihat itu, dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana untuk mengembangan teaching factory di SMK,” paparnya.

Kepala SMKN 9 Surakarta Triman mengatakan, guna mempersiapkan lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan pasar. Sekolah sering kali menghadirkan guru tamu dari industri.

Sehingga perkembangan yang terjadi di industri bisa ditularkan dan diberikan pada siswa SMK. Diharapkan dengan program tersebut, gap antara industri dan lulusan SMK makin minim.

“Di Kurikulum Merdeka juga lebih ditekankan untuk mengembangkan potensi anak. Anak bisanya apa, itu yang wajib dikembangkan. Tidak wajib semua harus bisa, sehingga lebih relevan dengan potensinya,” ucap Triman.

Secara gamblang Triman menjelaskan secara berkala pembelajaran juga harus disesuaikan dengan perkembangan industri. Lewat praktisi industri mengajar, siswa dinilai akan lebih memahami perkembangan industri

“Kami juga sering datangkan praktisi dari industri untuk memberikan materai maupun arahan. Kami sadar jika saat ini lulusan SMK tidak hanya disiapkan untuk kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sesuai keahliannya,” tandasnya. (ian/nik)

Editor : Damianus Bram
#praktisi mengajar #Lulusan SMK #Kurikulum Merdeka #pendidikan vokasi #dunia industri #smk