Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gelar Karya Seni SMKN 1 Juwangi: Sekolah Nyaman, Prestasi dalam Genggaman

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 20 Desember 2023 | 04:39 WIB
Kepala SMKN 1 Juwangi Muryanti beri sambutan pada Gelar Karya Seni Anak, Selasa (19/12/2023).
Kepala SMKN 1 Juwangi Muryanti beri sambutan pada Gelar Karya Seni Anak, Selasa (19/12/2023).

RADARBOYOLALI.COM– Menjawab tantangan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), siswa SMK dituntut memiliki karakter kuat.

Hal tersebut diwujudkan SMKN 1 Juwangi, Kabupaten Boyolali dengan mengoptimalkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Lewat program itu, seluruh murid SMKN 1 Juwangi diberikan ruang seluas-luasnya dan didukung sarana prasrana memadai untuk mengeksplor potensi diri.

Salah satunya lewat event akbar Gelar Karya Seni Anak yang dilaksanakan di sekolah setempat, Selasa (19/12).

Gelar Karya Seni Anak dihelat bersamaan penerimaan hasil belajar siswa agar hasilnya dapat disaksikan oleh orang tua, sehingga semakin menguatkan sinergi antara sekolah dan wali murid

Pantauan radarsolo.com, pada kegiatan tersebut, seluruh potensi siswa dipamerkan kepada orang tua. Dari jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) menunjukkan kemampuannya dalam bidang otomotif.

Siswa Desain Permodelan Industri Bangunan (DPIB) memamerkan tentang industri dan arsitek. Berikutnya Jurusan Tata Busana (TB).

Bak peragawati, para siswi mengenakan busana yang mereka jahit secara mandiri.

Tidak kalah kreatif Jurusan Kriya Kreatif Kayu dan Rotan (K3R), dengan produk kayu yang diolah sedemikian rupa menjadi kerajinan bernilai jual.

Orang tua murid dan unsur Forkompimcam Juwangi yang hadir juga dibuat bangga dengan penampilan siswa dan siswi SMKN 1 Juwangi dalam bidang seni.

jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor tunjukkan kemampuannya dalam bidang otomotif.
jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor tunjukkan kemampuannya dalam bidang otomotif.

“Kami para guru memberikan pendampingan. Anak-anak yang berkreasi dan berinovasi. Ini menjadi bekal mereka setelah lulus. Sekaligus membentuk karakter. Antaranak lebih akrab sehingga mencegah terjadinya perundungan,” terang Waka Kesiswaan SMKN 1 Juwangi Agus Priyono.

Ketua OSIS SMKN 1 Juwangi Dicky mengatakan, Gelar Karya Seni Anak sebagai bagian dari implementasi program P5 sangat positif.

“Tentu saja, siswa dan siswi SMKN 1 Juwangi semakin bersemangat menggali potensi diri. Semoga, kegiatan seperti ini bisa digelar secara berkelanjutan,” harap dia.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Juwangi Muryanti menuturkan, sekolahnya menerapkan Tri Sentra Pendidikan yang digagas Ki Hajar Dewantara.

Tri Sentra Pendidikan artinya ada tiga lingkungan yang menjadi tempat belajar anak, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Diterangkan Muryanti, keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, sedangkan sekolah adalah pendidikan kedua buat anak yang memberikan pendidikan sesuai kurikulum yang disusun pemerintah. Disesuaikan passion anak, serta kodrat alam dan kodrat zamannya.

Lalu apa peran masyarakat? Muryanti mengatakan, masyarakat adalah Tri Sentra Pendidikan yang dapat menciptakan lingkungan positif kepada siswa.

Jurusan Kriya Kreatif Kayu dan Rotan dengan produk kayu bernilai jual.
Jurusan Kriya Kreatif Kayu dan Rotan dengan produk kayu bernilai jual.

Lebih lanjut diterangkan Muryanti, SMKN 1 Juwangi menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan ramah anak.

“Dengan cara itu, anak-anak menjadi lebih semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tidak ada punishment. Yang ada adalah pembinaan dan motivasi,” ucapnya.

“Anak-anak juga kami ajarkan tentang kewirausahaan. Itu guna mencetak lulusan yang siap bekerja, melanjutkan (pendidikan lebih tinggi) atau berwirausaha. SMKN 1 Juwangi memfasilitasi tiga opsi tersebut agar anak berkembang sesuai passionnya,” imbuh Muryanti. 

Dengan sentuhan Muryanti, murid SMKN 1 Juwangi makin bersemangat belajar, berkreasi, dan berinovasi. Itu dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan siswa.

Anggota ekstrakurikuler pencak silat berpose di depan grafiti bertema persatuan dan kesatuan yang dibuat di hampir setiap kelas.
Anggota ekstrakurikuler pencak silat berpose di depan grafiti bertema persatuan dan kesatuan yang dibuat di hampir setiap kelas.

Adapun kegiatan ekstrakurikuler di SMKN 1 Juwangi yakni di bidang olahraga. Seperti bola voli, petanque, handball, dan pencak silat. Ditambah seni tari, maupun musik.

“Semua itu difasilitasi sekolah. Meskipun harus mendatangkan guru tamu untuk mengajar ekstrakurikuler,” ujarnya.

Dampak positif lainnya, murid SMKN 1 Juwangi menjadi lebih disiplin saat masuk sekolah.

Tidak hanya itu, banyak prestasi diraih SMKN 1 Juwangi. Baik siswa maupun guru. Salah satunya juara I kompetisi Taekwondo tingkat Provinsi Jateng.

Karya SMKN 1 Juwangi menggunakan bahan daur ulang.
Karya SMKN 1 Juwangi menggunakan bahan daur ulang.

“SMKN 1 Juwangi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pembelajaran kepada siswa dengan terus bersinergi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri dan kerja. Itu agar kesenjangan antara kebutuhan industri terhadap lulusan dengan output yang dihasilkan dari lulusan SMK bisa semakin berkurang,” beber dia. (mg7/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#muryanti #SMKN 1 Juwangi #gelar karya seni #kepala smkn 1 juwangi #Potensi Diri #P5