RADARSOLO.COM – SMA Muhammadiyah (SMAM) Al-Kautsar Program Khusus (PK) Kartasura menggelar kajian parenting di Multazam Syariah Hotel, Sabtu (24/2/2024).
Kegiatan rutin tahunan sejak 2019 ini, masuk dalam rangkaian peluncuran program modul elektronik (e-modul) dan layanan e-presensi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah VII Agus Triyanto mengapresiasi langkah sekolah.
Menurutnya hal ini untuk menjawab tantangan yang tengah dihadapi dunia pendidikan, yaitu disrupsi ekonomi dan revolusi industri 4.0.
"Launching e-modul dan e-presensi sebagai bukti bahwa sekolah melakukan digitalisasi," ujar Agus.
Dijelaskan Agus, digitalisasi, kolaborasi, dan globalisasi menjadi ciri-ciri tantangan disrupsi ekonomi.
Selain itu, Agus mengatakan tantangan revolusi industri 4.0 berkaitan dengan digitalisasi, pekerja asing, dan pekerjaan di masa depan yang tak terpikirkan sebelumnya.
"Maka harus dipersiapkan digitalisasi dan penguasaan bahasa asing. Pemangku pendidikan harus menengubah mindset. Dengan ini saya bersyukur sekolah membuat terobosan yang mengangkat nama baiknya," imbuh Agus.
Agus menyatakan kegiatan kajian parenting untuk mewujudkan generasi yang sukses dunia dan akhirat.
"Sekolah tidak hanya membekali pendidikan siswa yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, tetapi siswa juga dibekali untuk mempersiapkannya di akhirat nanti," papar Agus.
Kepala SMA Muhammadiyah Al-Kautsar PK Kartasura Nasrul Harahab menjelaskan, e-modul merupakan sumber pembelajaran bagi siswa yang disusun para guru.
Tujuannya untuk meminimalisasi penggunaan kertas, sehingga siswa cukup belajar menggunakan gawai atau laptop.
"Layanan e-presensi dalam bentuk kartu yang terkoneksi dengan perangkat elektronik. Misalnya, nanti ada siswa yang terlambat masuk maka akan ada notifikasi di ponsel orang tua," papar Nasrul.
Nasrul menambahkan, e-modul dan e-presensi jadi pendekatan pembelajaran yang kekinian.
Yakni dengan memanfaatkan teknologi sejalan dengan pemerintah yang mendorong digitalisasi sistem.
"Harapannya anak-anak lebih tertarik dengan pembelajaran yang ada di kelas, sehingga anak merasa senang dan nyaman. E-presensi ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak," beber Nasrul.
Mengenai kajian parenting, Nasrul menyebut kegiatan tersebut untuk membekali guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Anak-anak dengan mudah mengakses informasi melalui gawai maka orang tua tidak boleh ketinggalan.
"Seringkali orang berlomba-lomba membanggakan anaknya dalam urusan dunia tetapi melalaikan urusan akhirat. Padahal, generasi sukses tidak hanya dalam hal materi atau pencapaian dunia semata, namun kesuksesan yang diinginkan dan kesuksesan di akhirat," imbuhnya. (zia/nik)
Editor : Damianus Bram