RADARSOLO.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjalin kerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Hal ini ditandai dengan gelaran kegiatan Fiscal Corner: Nyimak dan Bicara Kebijakan Fiskal Kemenkeu bertajuk Unlocking Creativity, Innovations for a Sustainable di aula Gedung Suhardi FEB, Rabu (28/2/2024).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Ahmad Yunus, kegiatan fiscal corner ini meliputi konferensi perekonomian terkini dan arah kebijakan fiskal, talkshow peran ekonomi kreatif dan dukungan APBN.
Selain itu juga ada simulasi lelang, creative financing, dan pembiayaan perumahan dan investasi generasi muda.
Yunus menambahkan kerja sama tersebut untuk mengembangkan sumber daya manusia baik UNS maupun Kemenkeu.
Nantinya, pihak Kemenkeu diberi kesempatan menjadi dosen tamu dan melanjutkan studi lanjut di UNS.
Sementara, mahasiswa melakukan kegiatan di luar kampus melalui merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).
"Dosennya juga demikian boleh mengajar di luar kampus baik sebagai pengajar maupun konsultan atau tutor,” ujar Yunus.
Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah, Tri Wahyuningsih, menjelaskan fiscal corner sebagai ruang bersama mahasiswa untuk mengetahui lebih mendalam seluk beluk Kemenkeu dan APBN.
Di hadapan lebih dari 250 mahasiswa, Tri berpesan agar mahasiswa membangun koneksi dan lingkungan yang dapat menjadi support system untuk berkembang dan maju.
"Salah satunya dengan menjadi anggota komunitas yang berkualitas dan berdampak positif. Saat ini Kemenkeu telah membina Komunitas Uang Kita atau Komunita yaitu sebagai wadah generasi produktif yang memahami kebijakan pengelolaan uang," paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri menjelaskan pertumbuhan ekonomi global berdampak pada ekonomi khususnya di Jawa Tengah.
Menurut Tri Wahyuningsih, APBN mampu meredam risiko yang dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
“Jika kita lihat kinerja APBN tahun 2023 yang sehat dan terjaga kuat serta momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan merupakan pijakan kuat bagi APBN di dalam rangka mencapai target pembangunan Jawa Tengah di tahun 2024," ujar Tri Wahyuningsih.
Penerimaan APBN Jawa Tengah sampai dengan 31 Desember 2023 berhasil mencapai Rp111,85 triliun atau 105,73% dari target serta realisasi belanja APBN mencapai 108,57 triliun atau 97,63% dari pagu.
"Selain itu, kemanfaatan APBN di dalam pembangunan provinsi Jawa Tengah diantaranya adalah sebagai instrumen didalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Dewi Puspita dalam sesi konferensi menyampaikan overview mengenai kondisi perekonomian terkini dan arah strategi pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Dewi berpesan agar generasi muda senantiasa produktif, kreatif, inovatif, dan berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dalam sesi talkshow, Inisiator Indonesia Payung Festival Heru Mata menyatakan, kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan potensi yang besar dalam pengembangan industri kreatif.
Ia mengatakan potensi itu (ekonomi kreatif) sudah sangat banyak. Hal ini berarti Indonesia itu negara yang sangat kaya terhadap seni budaya dan memang sudah ratusan tahun ada.
"Menurut saya ketika kita sekarang ini ada era industri kreatif saya pikir memang tinggal bagaimana kita mengolah yang ada, pusaka-pusaka nusantara kita itu menjadi bagian dalam atas proses-proses kreatif yang kita laksanakan," jelas Heru.
Sependapat dengan pernyataan tersebut, Analis Kebijakan Ahli Pertama BKF, M. Olgiano juga menyatakan jika kekayaan budaya dieksplorasi dan dioptimalkan dengan baik, maka akan berpengaruh pada perekonomian.
“Bayangin kalo budaya Indonesia yang demikian ragam, bisa dieksplorasi lebih, bisa dibuat cerita, dibuat film, dibuat animasi itu bisa memberikan efek (perekonomian),” ujar Olgi.
Sementara itu, Direktur Kreatif Nussa Rarra, Bony Wirasmono, mengapresiasi pelaksanaan Nyimak dan Bicara Kebijakan Fiskal sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah pada industri kreatif.
“Acara-acara seperti ini merupakan salah satu dukungan ya buat kami di pelaku industri kreatif ini untuk mendapatkan exposure yang lebih, karena memang di industri ini terutama di animasi, ini industri sangat muda banget,” tutup Bony. (zia)
Editor : Damianus Bram