RADARSOLO.COM – Hari Kartini baru diperingati tiap 21 April. Namun, SDN Kepatihan Solo lebih dulu memperingati hari emansipasi tersebut, tepatnya pada Kamis pagi (18/4). Berupa fashion show baju adat, baca puisi, hingga menyanyi yang diikuti 136 siswa kelas I-VI.
Selama kegiatan kemarin, siswa perempuan mengenakan kebaya dan yang laki-laki memakai beskap. Bahkan ada pula siswa yang mengenakan baju adat Bali hingga Minang.
Selain itu, para guru, tenaga kependidikan, dan karyawan sekolah setempat juga terlihat mengenakan pakaian adat Jawa.
Kepala SDN Kepatihan Tri Tanti menjelaskan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun.
Peringatan Hari Kartini tahun ini digelar lebih awal, karena pada 21 April jatuh pada Minggu atau hari libur. Kemudian pada Senin (22/4), siswa kelas VI sudah menjalani penilaian sumatif akhir jenjang.
“Kami menggelar peringatan Hari Kartini ini atas dukungan dari wali murid. Selain meningkatkan jiwa nasionalisme, juga mengenalkan sosok Raden Ajeng Kartini sebagai wanita pejuang emansipasi,” kata Tanti.
Tanti juga berharap agar siswanya siswa dapat meneladani sikap-sikap atau perilaku Kartini. Dari pembiasaan tersebut, harapannya para siswa terutama perempuan bisa menjadi sosok yang tangguh di masa depan.
“Siswa laki-laki pun juga harus bisa menghargai sosok perempuan. Karena perempuan memiliki potensi dan sesuatu yang positif, sehingga ke depan dapat memajukan bangsa ini,” imbuhnya.
Sementara itu, antusiasme para siswa mengikuti rangkaian kegiatan cukup tinggi. Terutama saat giliran fashion show tiba. Peserta peragaan busana tampil memukau, berlenggak-lenggok bak berjalan di atas catwalk. Keseruan juga terlihat saat pembacaan pusisi dan menyanyi.
“Senang sekali bisa merayakan Hari Kartini. Kami diajarkan menghargai jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan perempuan di Indonesia,” ujar Khalifah Martanjua Gayatri, siswi kelas VI SDN Kepatihan Solo. (zia/fer)
Editor : Niko auglandy