Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cara Tepat Mendidik Anak Jadi Hafiz Alquran, Langkah Dipersiapkan Sejak dalam Kandungan

Ahmad Khairudin • Senin, 6 Mei 2024 | 02:09 WIB
FASIH: Beberapa anak membaca Alquran dengan benar, dituntun guru ngajinya.
FASIH: Beberapa anak membaca Alquran dengan benar, dituntun guru ngajinya.

RADARSOLO.COM - Sudah pasti keluarga islami mendambakan anak yang soleh. Baik budi pekerti maupun bisa mempraktekan ilmu agama dengan baik dan benar sehari-hari.

Anak bisa menghafal Alquran juga jadi dambaan orang tua, ini langkah-langkahnya.

Kebahagiaan semakin berlipat saat putra-putri kita menjadi penghafal Alquran. Namun proses itu tentu tidak gampang.

Orang tua dinilai sangat berperan dalam proses tersebut. Tidak hanya saat sudah lahir di dunia saja, orang tua juga berperan sejak dalam kandungan untuk mendidik anak-anak mereka. Termasuk mempersiapkan anak anaknya menjadi penghafal Alquran.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Dar El Wihdah, Kuwungsari, Sragen Gus Ahmad Dzulfaqar, Lc bin KH. Abdul Halim Dimyathi menyampaikan anak yang disiapkan menjadi penghafal alquran, diharapkan bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

”Kalau ingin tahu 20 tahun kedepan, negara dan agama itu gimana, kita lihat anak-anaknya. Kalau anak-anak semangat dalam menuntut ilmu dan berbakti pada orang tua, Insyaallah rakyat kita 20 tahun nanti adalah rakyat yang cerdas,” ujarnya.

Berbeda dengan pendidikan yang salah. Sejak usia dini sudah jauh dari agama dan tidak diajarkan berbakti pada orang tua. Sehingga berdampak pada masa depan bangsa dan agama. Sehingga perlu disiapkan sejak dini.

Dia menyampaikan terkait mempersiapkan, secara garis besar diantaranya pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan anaknya sebagai penghafal Alquran.

Semisal anak sekolah, biasanya sampai pukul 12.00, sisanya banyak menghabiskan waktu dengan orang tua. Sehingga orang tua menjadi contoh bagi anak.

Banyak cara untuk mendidik generasi yang disiapkan sebagai penghafal Alquran. Seperti memberikan contoh yang baik.

”Misalnya orang tua tidak bicara yang tidak baik dan didengar anaknya. Itu akan ngefek pada anak tersebut," ujar Gus Ahmad Dzulfaqar.

"Demikian jika orang tua sesekali membaca Alquran dengan didengarkan anaknya, maka juga akan memberi efek yang baik. Kemudian rutin mengajak anaknya ke masjid. Ini juga menimbulkan ingatan yang baik,” imbuhnya.

Pemegang Sanad Qiraah Asyrah jalur Yaman ini menjelaskan mendidik anak jadi sosok yang soleh dilakukan sejak awal.

Bukan sekadar saat lahir, namun sejak masa kehamilan. Seorang calon ibu harus menjaga amalannya.

Sebagaimana menjaga kesehatan saat menjalani proses melahirkan. Menjaga kesalehan dan keimanan juga dilakukan sejak dini.

”Misal hamil gak salat, gak ngaji itu juga ngefek. Gimana anak kita menjadi anak yang soleh, ketika hamil juga dijaga amalannya. Jangan justru terjadi pertengkaran dan keluar ucapan yang tidak baik. Itu akan berefek pada janinnya,” ujarnya.

Dia menyampaikan ketika sejak dalam kandungan sering dibacakan Alquran, ada manfaat yang dapat dirasakan.

Seperti hasil penelitian, air yang dibacakan alquran memiliki dampak yang punya nilai positif. Demikian juga air yang diberi kata-kata tak pantas dan sebagainya akan berdampak buruk dan merusak.

Lantas dengan mendorong anak untuk menjadi penghafal Alquran juga berdampak pada orang tua. Tidak ada orang tua yang sedih ketika anaknya belajar menghafal Alquran.

Namun pastinya orang tua juga akan lebih bahagia ketika anak yang menjadi penghafal Alquran dan mempraktekan tuntunan Alquran. (din/nik)

Editor : Damianus Bram
#Alquran #soleh #Keluarga islami #penghafal alquran #Ponpes Dar El Wihdah