RADARSOLO.COM – Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta akan menggelar Wisuda Magister Ke-6 dan Sarjana Ke-88 2024. Wisuda akan digelar di GOR UTP Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Sabtu (18/5). Wisuda juga dirangkai dengan Sidang Senat Dies Natalis Ke-44 UTP.
Rektor UTP Winarti menjelaskan, sejak berdiri pada 1979, telah meluluskan 17.755 sarjana, 31 magister, dan lima ahli madya (AMD). Berasal dari fakultas teknik, fakultas pertanian, fakultas ekonomi dan bisnis, serta fakultas keguruan dan ilmu pendidikan.
“Wisuda periode ini akan meluluskan 200 wisudawan, dengan 70 wisudawan di antaranya berpredikat Cumlaude,” ucap Winarti saat jumpa pers di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Kamis (16/5). Winarti didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Aset Teguh Santosa. Serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Nuruddin Priya Budi.
Winarti menambahkan, UTP selalu membekali calon wisudawan untuk siap menghadapi tantangan pekerjaan. Mendatangkan praktisi dari Jogjakarta dan pusat karir dari Solo. Di mana UTP dan sekira 30 perguruan tinggi swasta se Solo Raya mendirikan pusat karir tersebut.
“Insya Allah lulusan kami sudah siap. Karena yang membedakan dengan perguruan tinggi lainnya adalah, selalu menanamkan kepada mahasiswa mengenai tiga ciri UTP. Yakni yaitu kepeloporan, kemandirian, dan patriotisme,” imbuhnya.
Wisuda kali ini merupakan momentum spesial. Karena bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis Ke-44 UTP. Rencananya akan disii orasi ilmiah dari doktor termuda UTP Agustanico Dwi Muryadi. Merupakan dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani UTP sejak 2013. Orasinya berjudul “Nilai Ekonomi dalam Olahraga Modern”.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UTP Suswadi menambahkan, akan ada wisudawan program Fast Track dari Magister Pendidikan Jasmani. “Program ini untuk S1 Keolahragaan. Yang sudah semester 7 bisa langsung melanjutkan S2. Sehingga lulus sarjana dan magister, bisa ditempuh dalam waktu 5 tahun,” paparnya.
Selain itu, beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas bisa menyelasakan sarjana dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun. Ini merupakan implementasikan program Kemendikbudristek, di mana penelitian yang dipublikasikan serata dengan skripsi.
“Kemudian implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UTP juga meningkatkan kompetensi mahasiswa. Di mana mahasiswa yang mengikuti MBKM, banyak yang Cumlaude,” bebernya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto