Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kunjungi Pabrik Batik Niskala di Masaran Sragen, Puluhan Murid SMKN 5 Yogyakarta Banyak Mendapat Pengalaman Baru

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 17 Mei 2024 | 04:07 WIB

 

Murid SMKN 5 Yogyakarta mengamati pembuatan batik di pabrik batik Niskala di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, Rabu (15/5/2024).
Murid SMKN 5 Yogyakarta mengamati pembuatan batik di pabrik batik Niskala di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, Rabu (15/5/2024).

RADARSOLO.COM-Upaya pelestarian batik sebagai warisan adiluhung tidak cukup hanya dengan teori.

SMKN 5 Yogyakarta lebih memilih menanamkan rasa cinta budaya tradisi kepada generasi Z lewat praktik langsung.

Salah satunya diwujudkan dengan berkunjung ke pabrik batik Niskala di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, Rabu (15/5/2024).

Penangung Jawab Pabrik Batik Niskala, Muhammad Ma’ruf menjelaskan, kegiatan ini bagian dari upaya pelestarian batik agar tidak tergurus perkembangan zaman.

“Kenalkan batik kepada anak muda sejak dini. Dengan begitu, akan tumbuh kecintaan dan keinginan ikut melestarikan batik,” jelasnya.

Saat ini, kata Ma'ruf, batik sudah mulai melekat di keseharian gen Z. Indikasinya, banyak kalangan muda yang memakai baju bermotif batik.

“Banyak busana kekinian yang memadupadankan gaya modern dengan sentuhan tradisi batik, dan sangat bagus,” ujarnya.

Hal tersebut harus dibarengi pengenalan budaya tradisi kepada gen Z secara berkesinambungan.

Mendukung hal tersebut, Niskala Batik sangat terbuka kepada institusi pemerintahan, maupun pendidikan baik negeri maupun swasta untuk berkolaborasi dalam upaya pengenalan budaya tradisi kepada publik.

Manajemen Niskala Batik ingin kunjungan para pelajar terselenggara secara rutin setiap bulan.

”Untuk perminataan kerja sama bisa kontak admin kami melalui Instagram @batikniskala atau kunjungi website kami di www.batikniskala.com,” terang Ma'ruf.

Baca Juga: Jumlah TPS di Klaten dalam Pilkada 2024 Berkurang, Ini Alasannya

Semantara itu, dalam kunjungan tersebut, sebanyak 80 siswa SMKN 5 Yogyakarta berkesempatan melihat langsung proses produksi batik di pabrik batik Niskala.

Selain melihat proses produksi batik printing manual yang menjadi spesialisasi pabrik batik Niskala, para siswa juga diberi kesempatan mencoba secara langsung simulasi pembuatan batik printing.

“Sangat senang, karena bisa melihat secara langsung produksi batik printing. Jadi belajarnya tidak hanya dari materi tertulis di sekolah,” ucap Syifa, salah seorang siswi SMKN 5 Yogyakarta.

“Pengalaman yang seru, dan sesuatu hal yang baru buat kami. Sebelumnya kami hanya mendapatkan materi di kelas, sambil membayangkan bagaimana proses produksinya. Kini kami bisa melihatnya secara langsung,” timpal Naila, siswi lainnya.

Guru pembimbing SMKN 5 Yogyakarta Rokhim berterima kasih kepada pihak Niskala Batik sudah diberi kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik.

Kunjungan ini bertujuan memberi edukasi kepada siswa tentang proses produksi batik printing manual.

Dengan begitu, siswa mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Sekaligus pengenalan dunia kerja.

”Ini kesempatan belajar bagi siswa kami untuk melihat secara langsung proses produksi batik di Niskala Batik. Agar mereka bisa mengetahui bagaimana dunia kerja di bidang industri kreatif, utamanya tekstil,” terangnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pabrik batik niskala #SMKN 5 YOGYAKARTA #Outing Class #pelestarian budaya