Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

ISI Surakarta Buka Prodi Baru, Besok Pendaftaran Jalur Mandiri

Fauziah Akmal • Kamis, 13 Juni 2024 | 02:34 WIB
Gedung Teater Kecil ISI Surakarta yang akan jadi venue talkshow dan pendaftaran jalur mandiri prodi D4 Kelola Seni Pertunjukan.
Gedung Teater Kecil ISI Surakarta yang akan jadi venue talkshow dan pendaftaran jalur mandiri prodi D4 Kelola Seni Pertunjukan.

RADARSOLO.COM – Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta akan menggelar talkshow dan pendaftaran jalur mandiri, Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan (D4) Tata Kelola Seni Pertunjukan, Kamis (13/6). Pendaftaran prodi baru ini digelar di Gedung Teater Kecil ISI Surakarta.

Talkshow menghadirkan dua pembicara, yakni Direktur Hysteria Muhammad Salahuddin dan pelaku event organizer (EO) sekaligus alumnus D3 Tata Rupa Pentas ISI Surakarta Iyok Samalona.

Ketua Prodi (Kaprodi) Tata Kelola Seni Pertunjukan ISI Surakarta Fawarti Gendra Nata Utami menjelaskan, Adin (sapaan Muhammad Salahuddin) awalnya membuat gerakan-gerakan tentang sastra. Kemudian merambah persoalan seni rupa dan riset-riset kebudayaan lainnya.

“Mas Adin sangat dibutuhkan, karena nantinya pengelolaan ini bukan hanya persoalan seni pertunjukan, tetapi juga kemajuan kebudayaan. Mas Adin sudah sekian tahun mengelola komunitas Hysteria, dengan ribuan program yang telah digelar,” terang Fafa (sapaan Fawarti Gendra Nata Utami), Rabu (12/6).

Pembicara kedua, yakni Iyok yang berkecimpung di dunia EO. Juga seorang stage manager andal. “Hampir semua event di Kota Solo, dia terlibat. Ini contoh konkret lapangan pekerjaan yang bisa digeluti, dari lahirnya Prodi Tata Kelola Seni Pertunjukan,” imbuh Fafa.

Fafa mengaku Prodi Tata Kelola Seni Pertunjukan ISI Surakarta merupakan yang kedua di Indonesia. Bahkan di panggung internasional, prodi serupa masih jarang. Salah satunya di University of Toronto, dengan jurusan Art Management.

“Prodi Tata Kelola Seni di ISI Jogjakarta lebih fokus pada tata kelola persoalan museum, galeri seni, kurator, dan dunia seni rupa. Sedangkan di ISI Surakarta, fokus pada tata kelola atau manajerial seni pertunjukan,” bebernya.

Dibukanya prodi bari ini, sebagai terobosan untuk menjawab tantangan kebutuhan global. Khususnya di ranah seni pertunjukan. Mengingat sudah banyak perguruan tinggi seni yang membuka dan mencetak para profesional di bidang korografi, musik, tari, teater, pedalangan, karawitan, dan sebagainya.

“Sementara kebutuhan profesional di bidang seni pertunjukan sangat banyak. Selama ini, ilmu-ilmu pengelolaan festival hanya didapatkan dari workshop,” paparnya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#prodi baru isi surakarta #prodi baru isi solo