Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

SDIT Nur Hidayah Surakarta Sukses Luluskan Generasi Penghafal Alquran

Fauziah Akmal • Jumat, 28 Juni 2024 | 03:55 WIB

 

Akhirussanah dan pelepasan siswa kelas VI angkatan ke-21 SDIT) Nur Hidayah Surakarta, Kamis (27/6).
Akhirussanah dan pelepasan siswa kelas VI angkatan ke-21 SDIT) Nur Hidayah Surakarta, Kamis (27/6).

 

RADARSOLO.COM - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta menggelar akhirussanah dan pelepasan siswa kelas VI angkatan ke-21 di Graha Saba Buana, Kamis (27/6). Sebanyak 126 siswa dinyatakan lulus seratus persen secara akademik dan menyelesaikan hafalan Alquran minimal dua juz.

Kepala SDIT Nur Hidayah Rahmat Hariyadi mengatakan, program pembelajaran Alquran di sekolah dengan metode littaqwa diselesaikan oleh 126 siswa. Rinciannya, tingkat ziyadah ada 3 siswa, ghorib dan tajwid ada 90 siswa, dan tingkat tartil ada 33 siswa.

"Target hafalan tiga juz Alquran dicapai 18 dari 126 siswa. Sementara, yang sudah menyelesaikan hafalan dua juz sebanyak 119 siswa dari 126 siswa atau 94 persen. Alhamdulillah ada kenaikan capaian dari 64 persen pada tahun sebelumnya, saat ini sudah 94 persen yang menyelesaikan hafalan dua juz," papar Rahmat.

Rahmat menambahkan, dalam program tahfidzul quran ini, terdapat satu siswa menghafal 30 juz, satu siswa hafal enam juz, tiga siswa hafal empat juz, dua siswa hafal 3,5 juz, dan lima siswa hafal 3 juz.

Pendidikan di SDIT Nur Hidayah Surakarta memadukan kurikulum kekhasan jaringan sekolah islam terpadu (JSIT) dan kurikulum nasional.

Baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berdasarkan Alquran dan sunah serta mengacu UU sistem pendidikan nasional.

"Kami berupaya menjadikan ajaran dan nilai islam terjabarkan dalam segala aspek penyelenggaraan pendidikan. Kami juga berupaya mewujudkan generasi pemimpin bangsa yang cerdas dan bertakwa dengan penanaman enam dimensi karakter utama," bebernya.

Pertama, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Kedua, inklusif, berbudaya, dan nasionalis. Ketiga, berukhuwah dan peduli. Keempat, berkepribadian yang matang. Kelima cerdas bernalar kritis dan digital. Keenam, kreatif dan terampil.

"Karakter lulusan tersebut dibentuk dan dicapai melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang mewadahi minat dan bakat siswa," paparnya.

 

Selain itu, untuk membekali para lulusan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki kecakapan hidup, sekolah memberikan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengayaan.

Hal itu dibuktikan dengan capaian hasil penilaian akhir sumatif jenjang (PSAJ) dan rerata nilai rapor yang membanggakan. Pada PSAJ nilai mata pelajaran PAI tertinggi 100, PPKN tertinggi 100, bahasa Indonesia 100, matematika 100, IPA 97, IPS 100, dan bahasa Jawa 100.

Salah seorang siswa, Nabil Alaiz mengatakan, dia menghafal Alquran sebanyak 30 juz. Mulai dia hapal dari mulai kelas III hingga kelas V. Alaiz menghafalkan Alquran setiap hari dibimbing guru sekolah.

"Paling susah menghafal surah-surah yang panjang. Tetapi hafalannya kan per ayat jadi bisa. Tiap hari satu lembar hafalannya. Karena saya ingin memberikan syafaat untuk kedua orang tua saya," beber siswa yang bercita-cita sebagai dokter tersebut. (zia/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#akhirussanah #Penghapal Alquran #SDIT Nur Hidayah Surakarta