Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kegiatan Positif Anak dan Orang Tua di Momen Liburan Sekolah, Kembangkan Soft Skill Lewat Memasak atau Berkemah

Angga Purenda • Minggu, 7 Juli 2024 | 19:58 WIB
CERIA: Sejumlah anak saat mengisi liburan sekolah dengan berbagai kegiatan positif di kawasan Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten beberapa waktu lalu.
CERIA: Sejumlah anak saat mengisi liburan sekolah dengan berbagai kegiatan positif di kawasan Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten beberapa waktu lalu.

RADARSOLO.COM - Musim liburan sekolah bisa menjadi momentum orang tua untuk mengembangkan soft skill anak. Salah satunya dengan mengisi waktu dengan berbagai kegiatan edukatif.

Berkemah bersama keluarga, hingga melakukan aktivitas memasak di rumah tanpa mengeluarkan biaya mahal bisa jadi solusi untuk mengisi waktu liburan.

Dengan konsep seperti ini, anak tentu akan mendapatkan edukasi yang fun dan baik, saat menjalani kegiatan tersebut.

Anggarini dari Lembaga Pengembang Diri Taman Edukasi Sekar Arum (TESA), Kecamatan Ceper, Klaten mengungkapkan, saat anak liburan sekolah bisa diisi dengan kegiatan positif dan menyenangkan.

“Kalau saat orang tua bekerja biasanya hanya memberikan handphone untuk anaknya. Tapi sebenarnya bisa mengajak anak untuk berkegiatan yang jarang mereka lakukan. Seperti kemah, membuat api unggun, hingga bertemu dengan teman baru,” ujar Anggarini kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (5/7/2024).

Lebih lanjut, Anggarini mengungkapkan, saat anak liburan sekolah, orang tua bisa mengajak untuk berkegiatan kembali ke alam.

Seperti yang dilakukan TESA belum lama ini menggelar kemah liburan di Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten. Diikuti 30 anak yang masih duduk dibangku SD maupun SMP.

Ada pun kegiatan yang dilakukan seperti pembekalan basic survival skill, terkait cara mendapatkan air dan api dalam keadaan darurat.

Lalu melaksanakan outbound dan fun tubing hingga mengolah daun cincau untuk menjadi sebuah minum.

Begitu juga melakukan tracking untuk mengenal sumber mata air yang lebih kecil di sekitar umbul.

“Melalu berbagai kegiatan itu, bisa memberikan pengalaman pada anak. Termasuk meningkatkan life skill, membangun kemandirian dan kepercayaan diri. Begitu juga Kerja sama dan solidaritas anak,” ujar Anggarini.

Menurut Anggarini, kegiatan yang diungkapkan itu bisa diterapkan orang tua pada anaknya masing-masing.

Kini tinggal dari orang tua, apakah mau menyediakan waktunya di tengah kesibukannya untuk berlibur bersama anaknya.

“Berbagai kegiatan positif itu tentunya sangat mempengaruhi terhadap tumbuh kembang anak. Menjadikan anak semakin percaya diri. Anak juga menjadi merasa diperhatikan oleh orang tuanya,” tambah Anggarini.

Dia pun mendorong kreativitas para orang tua untuk membuat program yang tepat untuk bisa dijalani anak selama liburan sekolah.

Harapannya anak tidak hanya fokus pada gadget maupun hanya menghabiskan waktunya dengan menonton TV.

Mereka didorong bisa dialihkan dengan berbagai kegiatan di luar rumah yang lebih menyenangkan.

“Sebenarnya di Klaten juga banyak menyediakan program untuk mengisi liburan sekolah anak. Sekarang tinggal orang tuanya, apakah mengajak anak bermain di luar yang bisa meningkatkan anak skill, sehingga tidak hanya di rumah saja,” ujar Anggarini.

Apabila tak punya cukup banyak waktu, bisa mengajak anak untuk memasak bersama di dapur.

Bercocok tanam bersama di halaman rumah atau pergi ke taman untuk mengobrol juga bisa dilakukan.

Kegiatan ini bisa menjadi ajang mengintensifkan komunikasi dengan anak. Mengingat sebelumnya bisa jadi anak dan orang tua jarang ada waktu untuk bersama. Orang tua sibuk bekerja, anak aktif bersekolah atau bermain dengan teman-temannya.

“Harapannya dengan memiliki waktu secara bersama-sama itu bisa meningkatkan bonding (ikatan emosional) antara anak dengan orang tua. Menjadikan anak jauh percaya diri,” tambahnya.

Anggarini mengungkapkan, apabila orang tua tidak ada waktu untuk menemani liburan sekolah, ini bisa berdampak pada diri anak nantinya.

Seperti anak merasa terabaikan, sehingga menjadi cuek dengan keadaan sekitarnya. (ren/nik/dam) 

Editor : Damianus Bram
#memasak #liburan #Taman Edukasi Sekar Arum #soft skill #Edukatif #berkemah